Halosumsel.com-
Ruas jalan lintas tengah sepanjang lebih 10 meter yang terdapat dibantaran sungai musi, tepatnya di Dusun Lumbai Jaya Desa Bailangu, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Sumsel ini, Minggu (17/7) kemarin sekitar pukul 10.00 WIB mengalami longsor akibat dihantam derasnya air musi yang memulai menyurut.
Dari informasi yang dihimpun, kejadian tanah longsor tersebut terjadi tanah pada bagian dasar sungai sudah mulai terkikis air pasca banjir besar beberapa waktu yang lalu. Karena tidak kuat menahan beban serta tidak ada pondasi pada bagian dasar sungai, sehingga tanah tersebut mudah longsor,
Longsor tersebut diperkirakan ada sepanjang lebih 10 meter, dan merusak sebagian badan jalan yang ada. Beruntung pada kejadian tanah longsor tersebut tidak ada korban jiwa, namun kondisi jalan tersebut menjadi rawan untuk dilntasi berbagai kendaraan, selain rawan lonsor susulan dan terpaksa dibuka dengan satu jalur.
” Pasca terjadi longsor tanahnya tiba-tiba langsung runtuk kedalam sungai. Untung pada saat kejadian tak ada kendaraan yang melintas, kalau melintas bisa-bisa terkena dampak,” kata Rudi, warga Bailangu, Senin (18/7).
Kondisi Jalinteng yang berada di Desa Lumbai Jaya memang sangat rawan sekali akan terjadinya tanah longsor. Karena pada jalan tersebut tidak diberi tulang besi pengaman, jadi wajar saja apabila longsor mengancam jalan tersebut, imbuhnya.
Masih kata dia, ” kalau didiamkan terus begini kondisinya, bisa-bisa terjadi longsor susulan, karena tidak ada bahan yang jadi penahan agar tanah tersebut tidak terjadi abrasi. Pemerintah juga harus mengambil langkah cepat, jangan setelah adanya korban jiwa baru mau bergerak”.
Saya sangat berharap pemerintah tidak hanya lakukan penanggulan sementara, tetapi merelealisasikan pembukaan jalan baru yang sempat gagal sehingga tidak lagi masyarakat sekitar dan penguna jalan was was dengan kondisi jalan itu,
ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Muba, H Pathi Riduan, yang sempat dibincangi wartawan menambahkan pasca kejadian tersebut pihaknya sudah mengambil langkah cepat dengan menutup satu jalur jalan.
Sehingga pada jalan tersebut hanya digunakan satu lajur kendaraan saja. ” Kita sudah mengambil langkah cepat dengan menutup satu lajur jalan yang terkena dampak tanah longsor. Kita juga sudah memasang trafic blok, dan garis pengaman dilokasi kejadian,” ungkap Pathi.
Saat ini kita juga tengah berkoordinasi dengan dinas intansi yang menaungi jalan tersebut. Hal tersebut dilakukan untuk melakukan tindakan darurat sebelum tanah longsor kembali terjadi.
Langkah selanjutnya yakni dengan melakukan koordinasi dengan intansi terkait yakni PU Bina Marga (BM) dan PU Cipta Karya (CK). Apabila sudah melakukan koordinasi, maka kita akan dapat menentukan langkah untuk menanggulangi permasalahan tersebut
Sedangkan Kepala Dinas PU BM Melalui kabid Program achmad abraham mengungkapkan untuk hal ini akan kita foto dan di lengkapi jika sudah maka akan kita laporkan karena ini bukan wewenang kita, ujarnya.(waluyo)

