Halosumsel.com-
KASDAM II/SWJ : ”JANGAN PERCAYA DENGAN PEMBERITAAN MELALUI MEDIA SOSIAL”
Palembang, (Pendam II/Swj).
Kasdam II/Swj Brigjen TNI Marga Taufiq, S.H., M.H.,meminta agar Prajurit dan PNS Kodam II/Swj jangan mudah terpengaruh dan percaya dengan pemberitaan yang tersebar melalui Media Sosial (Medsos).
Demikian dalam arahannya yang disampaikan dihadapan prajurit dan PNS Makodam II/Swj, usai memimpin Upacara Bendera, Senin (1/8/2016) bertempat di lapangan apel Makodam II/Swj, Palembang.
Kasdam II/Swj mengingatkan prajurit dan PNS Makodam II/Swj, agar tak mudah terprovokasi dengan pesan-pesan ataupun berita provokasi yang memicu emosi yang disebarluaskan melalui media sosial (medsos) seperti Whats App (WA), Instagram, Facebook dan lain sebagainya.
“Kerusuhan yang terjadi di Tanjung Balai di mana beberapa rumah ibadah dan rumah warga etnis Tionghoa dirusak bahkan dibakar, bisa jadi akibat adanya provokasi melalui medsos,” ujar Kasdam.
“Jangan sampai mudah terprovokasi dengan berita-berita yang belum tentu benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan di medsos,” tandasnya. Kasdam juga mengingatkan agar prajurit dan PNS Kodam II/Swj yang menggunakan Hand Phone (HP) untuk tak menyebarluaskan atau men-share berita-berita yang belum bisa dipastikan kebenarannya melalui medsos.
Justru sebagai prajurit dan PNS berperan penting guna memberikan pemahaman kepada masyarakat. “Prajurit dan PNS Kodam II/Swj memilki tugas untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait kejadian tersebut”. Ujarnya.
Pada bagian lain, menyikapi kasus penembakan antara Satgas Tinombala di Poso (Sulteng) mengakibatkan salah satu anggota Intel Korem 132 Tadulako Palu tewas, seluruh prajurit jajaran Kodam II/Swj diminta agar tidak terpengaruh dan terprovokasi dengan pemberitaan yang di Share melalui medsos.
”Tolong jangan terprovokasi dengan informasi tidak jelas yang beredar di Sosial Media (Sosmed) yang sifatnya ingin mengadu domba antar TNI dan Polri,” tegas Kapendam II/Swj Kolonel Arh Syaepul Mukti Ginanjar, S.I.P., saat ditemui diruang kerjanya, Senin (1/8/2016).
“Bisa saja hal tersebut dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang sengaja untuk memecah belah antara TNI dan Polri sehingga hubungan yang selama ini terjalin menjadi tidak harmonis,” ujarnya.(rilis)

