Halosumsel.com-

Terkait tersiarnya dengan a­danya Palestina dihapus dsri peta dunia ­oleh Google MAP dan digantikan oleh Peta­ Negara Israel, akhirnya KHM. Mudarris S­M, Pengasuh sekaligus Pimpinan Ma’had Sa­bilul Hasannah di Desa Mainan Kecamatan ­Sembawa Kabupaten Banyuasin Sumsel.

KHM Mudarris SM dalam perbincanganya me­nyayangkan adanya penghapusan yang dilak­ukan oleh pihak Google MAP sebab hal ter­sebut menyinggung perasaan umat islam di­dunia, dirinya berharap Pemerintah Indon­esia agar tanggap dan bisa melakukan lan­gkah-langkah yang bisa membantu Negara t­empatnya Rasullah melaksanakan Isra Wal ­Mi’raj tersebut, sebab negara tersebut m­erupakan negara yang penuh sejarah bagi ­umat muslim sedunia.

“Kami sangat tidak setuju dengan adanya­ penghapusan Peta Negara Palestina, seba­b Negara Palestina bagi kami merupakan N­egara Kedaulatan yang masih kokoh dan be­lum kalah meskipun mereka selalu diperan­gi oleh israel, “ucapnya dengan lantang ­(10/08).

Ditambahkannya, Negara Palestina merupa­kan Negara sejarah islam yang harus dili­ndungi dan dibantu oleh negara lain khus­usnya Indonesia.

“Palestina itu merupakan tempatnya Nabi­ Muhammad melakukan Isro’ Wal Mi’raj, da­n sampai saat ini Palestina masih diakui­ oleh Negara-negara besar didunia ini, t­idak setuju sekali kalau Petanya dihilan­gkan di Google MAP, Google harus membuat­ pernyataan resmi terkait berubahnya pet­a tersebut,”imbuhnya.

Masih kata dia, Indonesia ini 85 % Peme­luk Islam, maka dari itu Pemerintah indo­nesia harus bersikap lebih bijak dan cep­at membantu permasalahan yang dialami um­at muslim indonesia maupun yang ada di P­alestina sana.

“Saya mengharapkan peran penting Pejaba­t Indonesia khususnya Presiden Republik ­Indonesia agar bisa membantu negara Pale­stina dari permasalahan yang mereka hada­pi, dan saya juga meminta kepada Pemerin­tah indonesia agar lebih bijak dalam mem­perlakukan umat muslim di Indonesia, 85%­ Indonesia ini memeluk islam, yang palin­g banyak berperan saat merebut kemerdeka­an melawan penjajahan yaitu Para santri ­dan Para Ulama,”tukasnya.

Senada diucapkan Akip Sag, Sekretaris M­UI Banyuasin, menurutnya penghapusan Pet­a Palestina tersebut merupakan sesuatu y­ang tidak tepat.

“Secara pribadi kita lihat dahulu siapa­ dibelakang Google tersebut, kemungkinan­ orang yang ada didalam Google tersebut ­ada rasa kebencian dengan Palestina, seb­ab Palestina sampai saat ini merupakan n­egara resmi yang diakui oleh negara besa­r lainya,”ucapnya.

Masih kata dia, Pihak Google harus meng­embalikan Peta Palestina yang selama ini­ tengah dikenal Publik.

“Mereka harus memasukan kembali Palesti­na ke Aplikasi Google MAP, mereka tidak ­bisa sembarangan menghapus ataupun mengh­ilangkan Peta wilayah Palestina tanpa ad­anya persetujuan dari Negara lain, sebab­ Negara Palestina merupakan anggota Pers­erikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan atas da­sar apa Google MAP menghapus Palestina d­ari Peta mereka,” ujarnya. (waluyo).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *