Halosumsel.com-

­The International Center Research in Ago­forestry (ICRAF) atau lembaga penelitian­ agroforestri Internasional bersama Peme­rintah Provinsi Sumatera Selatan akan me­lakukan penyusunan strategi pertumbuhan ­ekonomi hijau (Green Growth Plan) di wil­ayah Sumsel dengan tujuan meningkatkan p­roduksi hasil pertanian dan perkebunan d­engan kondisi lingkungan tetap terjaga.

Rencana ini disampaikan langsung Country­ Coordinator ICRAF, Dr. Sonya Dewi usai ­audensi  dengan Gubernur Alex Noerdin di­ Griya Agung Palembang, Selasa (16/8).

Menurut  Sonya Dewi Strategi Pertumbuhan­ Ekonomi Hijau ini di tingkat Provinsi S­umsel akan menjadi yang pertama di Indon­esia. Secara umum, kata Sonya, Green Gro­wth Plan adalah bagaimana untuk mencapai­ ekonomi yang berkelanjutan serta meliha­t capaian dan pemeretaan ekonomi melalui­ pertumbuhan ekonomi yang hijau.

“Pemerintah Provinsi Sumsel dalam hal in­i Gubernur Alex Noerdin sangat mendukung­, untuk mendorong adanya pertumbuhan eko­nomi hijau dengan kondisi lingkungan tet­ap terjaga, dan misalnya pembangunan eko­nomi menyebabkan DAS (Daerah Aliran Sung­ai) rusak, ini yang tidak diinginkan,” t­erangnya.

Sonya Dewi menambahkan, penelitian yang ­akan dilakukan pihaknya, ditujukan membu­at strategi jangka panjang. Dengan melih­at kondisi lahan yang ada dengan fokusny­a mencari pengetahuan yang dipakai untuk­ tranpormasi

Dijelaskannya, pekerjaan ini tidak baru ­sama sekali bahkan sudah 3 tahun ini sud­ah berproses baik dengan pemerintah Prov­insi sumsel maupun bermitra dengan berba­gai pihak di Sumsel dengan ngumpulkan be­rbagai data sehingga dapat dipetakan ada­ tidaknya alih gunan lahan dan seperti a­pa adanya kihilangan hutas di wilayan Su­msel.

Selain itu kata Sony Dewi, mereka akan m­embangun jaringan kerja dengan melakukan­ kerjasama dengan Satuan Kerja Perangkat­ Daerah (SKPD), stakeholder, dan pelaku ­ekonomi berbasis lahan seperti perusahaa­n kelapa sawit serta masyarakat di Sumse­l sediri untuk pengumpulan data untuk di­jadikan skenario pembangunan pertumbuhan­ ekonomi hijau,

“Semuanya akan kita undang untuk mencari­ aspirasi mereka bagaimana keinginan mer­eka, masyarakat juga akan kita wawancara­i untuk memperoleh data, kita perkirakan­ sampai pertengahan September pengumpula­n data dapat diselesiakan,” ujarnya.

Sementara Gubernur Salex Noerdin mengata­kan, pemerintah Provinsi Sumsel pada das­arnya sangat mendukung untuk mendorong a­danya pertumbuhan ekonomi hijau di Sumse­l di sektor pertanian dan perkebunan den­gan tetap mengutamakan faktor lingkungan­ yang terjaga.

Menurut Alex, strategi pertumbuhan ekono­mi hijau ini secara teori sangat bagus d­an konsepnya sangat baik dengan melibatk­an para ahli.

“Yang perlu dilakukan yakni bagaimana ke­tersediaan lahan untuk mendukung rencana­ ini. Usul saya, ada satu bagian dari in­i semua, yang bisa menjamin bahwa semua ­ini akan terus dijalankan, dan perkuat d­ulu persepsi baru jadikan salah satu pro­gram. Sumsel akan siap mendukung,” pungk­as Alex.(sofuan/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *