Halosumsel.com-
Pasca tertangkap tangan Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian (4/9) lalu dan telah ditetapkan sebagai tersangka dari kasus suap dana gratifikasi di Dinas Pendidikan dan Dana Bantuan Bencana Alam pemkab banyuasin oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sejumlah wartawan yang bertugas di Banyuasin lakukan aksi solidaritas keprihatinannya dengan rela menggunduli kepalannya alias menjadi botak.
Bukan hanya itu, para awak media tersebut melakukan aksi makan bareng didepan kantor Bupati tepatnya dipintu masuk kerja biasa ngantor, selain itu ada sebagian wartawan menabur beras kunyit, bertujuan agar jangan ada lagi balak menimpa di Kabupaten Banyuasin
Aksi solidaritas keprihatinan mereka itu sekaligus menujukan bahwa sebagai insan pers anti korupsi, maka dengan membotak kepala itu artinya meminta Banyuasin menuju kemajuan kedepan dalam kondisi yang bersih dari berbagai kegiatan kotor termasuk melakukan korupsi, terang Udin yang mengaku sangat mendukung aksi KPK.
Ia menambahkan, dari aksinya ini sekaligus insan pers tidak perlu berkaor-kaor, karena dalam kondisi semacam itu masyarakat Banyuasin yang terwakili dari aksi ini sudah bisa memapahami, artinya kalau kepalanya sudah dibersihkan seterusnya sampai kebawah pun juga bersih dari kotoran, bebernya yang di iya kan oleh Nacung, Armadi, Supri dan Siyanto, Gustaf, Zul, Jhon, Edhi Patra serta wartawan lain yang belum sempat menggunduli rambut kepalanya.
Untuk itu Nacung mengajak, segenap awak media yang bertugas di Bumi Sedulang Setudung kecuwali yang wanita supaya turut berpartisipasi dari aksi ini, dengan membotak kepalanya, sehingga kita dapat menjalankan peran dan fungsi jurnalis bisa independen sesuai dengan UU Pers nomor 40 tahun 1999.
” Aksi botak dan makan bareng yang dilakukan para awak media di Banyuasin ini, secara langsung masyarakat dapat memahami bahwa kepalanya selama ini kotor, setelah digunduli dan terlihat bersih begitu kedepanya akan tumbuh rambut yang baru lebih baik”, imbuh Sekjen PWI Kabupaten Banyuasin seraya menambahkan bahwa dengan perwujudan kepala gundul itu seorang wartawan tidak perlu banyak cakap, namun aksinya sangat mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat Banyuasin terwakili.
” Silahkan siapa saja dari berbagai elemen masyarakat di Banyuasin, khususnya bagi lelaki sekaligus sebagai masyarakat Banyuasin yang peduli dengan aksi KPK untuk membersihkan kotoran di Banyuasin dari perbuatan kotor untuk menggunduli rambut kepalanya terlebih dahulu”, sambung Gustaf usai makan siang (15/9). (waluyo)

