Halosumsel.com-
Tragis menimpa Nis (15). Betapa tidak, anak ketiga dari empat saudara itu sudah berulang kali ditiduri beberapa lelaki tanpa bayaran. Mirisnya lagi, warga Gang Selamet Kecamatan Plaju menjadi korban human traffiking ulah temannya, Adit dan Febi sejak bulan Mei 2016 lalu.
Dihadapan petugas piket SPKT Polresta Palemang, korban ditemani Ibu Kandungnya, Susanti (40) menjelaskan anaknya sudah ditiduri dan dijual teman-temannya.
“Terungkapnya baru Kamis kemarin pak. Saya lihat tanda merah dilehernya. Aneh, saya tekan dia, akhirnya mengakui kalau dia sudah dijual temannya, Febi dan Adit,” jelas Ibu korban kesal.
Dikatakan Susanti, bahwa puterinya tidak seperti anak pada umumnya.
“Dia itu agak kurang pak. Itu saja, kita paksa dan membutuhkan waktu untuk mengorek keterangan dia. Saya harap bapak polisi dapat segera menangkap pelakunya,” tambahnya.
Sementara, korban menjelaskan kalau dirinya sudah tidak dapat menghitung berapa kali melayani pria.
“Saya tahu sama Adit. Dia yang pertama melakukan itu (hubungan badan_red) di Lorong Banten VI Plaju. Lalu, dia kenalkan sama kakaknya dan kakaknya juga melakukan itu. Terakhir, dia membawa saya ke mamang becak, perlakuan sama juga saya alami,” terangnya tertunduk.
Lebih jauh, korban menjelaskan awal mula mengenal Adit dari temannya, Febi.
“Febi yang kenalkan saya dengan berbagai macam pria. Setelah mengenalkan pria, saya diajak bercinta dan tidak terima uang. Namun, setelah pria itu pergi, Febi menemui saya dan memberikan uang. Ya, paling kecil Rp 50 ribu dan paling besar Rp 100 ribu,” tambahnya.
Menanggapi laporan tersebut, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede SH SIk MH sedang melengkapi berkas laporan korban yang tertuang dalam bukti laporan : LPB/2790/X/2016/RESTA.
“Kini berkasnya masih kami proses,” singkatnya. (agustin selfy)

