*Terkait Pencabulan yang dilakukan Pegawai PJKA

Halosumsel.com –

Menanggapi adanya pengaduan mengenai pencabulan anak di bawah umur yang dilakukan pegawai PJKA, Humas PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional (PT KAI Divre) III Palembang, Aida Suryanti baru mendengar kabar tersebut. Kendati demikian, pihaknya tetap akan menyerahkan sepenuhnya ke proses hukum.

“Kita cek dulu nama yang dimaksud, sebab kita juga baru tahu kalau ada laporan seperti itu,” jelas Humas PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional (PT KAI Divre) III Palembang, Aida Suryanti kepada awak media, Selasa (20/12).

Mengenai sangsi yang akan diberikan kepada pelaku, pihaknya akan menunggu proses hukum selesai.

“Pihak PT KAI akan menunggu proses hukum hingga berkekuatan tetap. Setelah ada keputusan, barulah kita bisa proses internal sesuai aturan,” pungkasnya.

Ditemani Ibu kandungnya, Bunga (7) melaporkan seorang pegawai PJKA Kertapati Palembang, Sutrisna ke SPKT Polresta Palembang, atas tuduhan pencabulan terhadap anak dibawah umur, tepatnya saat berada di rumah pelaku, Jalan KI Marogan Lorong Tenis No 9A Kelurahan Ogan Baru Kecamatan Ketapati tahun 2015 silam.

Dibeberkan orang tua korban, awalnya korban sedang menonton Televisi (TV). Lalu datang pelaku langsung menciumi pipi dan bibir korban. Tidak hanya itu, pelaku juga memegang kemaluan pelaku.

“Kejadiannya memang sudah lama pak. Tapi korban baru cerita baru-baru ini. Pelaku sempat mengakui perbuatannya dan meminta untuk masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan saja. Dia janji akan menemui kami, belakangan dia sendiri yang mengingkari. Kami sampai sekarang mencari keberadaan pelaku yang entah kemana. Ponselnya tidak pernah aktif lagi,” jelas orang tua korban kepada petugas piket.

Seakan tidak pernah putus harapan, orang tua korban terus mencari keberadaan pelaku dengan mendatangi rumah orang tuanya dan mess dimana pelaku berkerja.

“Kabar terakhir kami terima, dia (pelaku_red) berada di stasiun Rembang Muara Enim,” tambahnya.

Kasat Reskrim Maruly Pardede SH SIk MH mengatakan, laporan korban masih dalam proses penyelidikan.

“Kita sudah menerima laporannya dan kini dalam pemeriksaan,” tandasnya. (agustin selfy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *