Halosumsel-
Sudah jatuh tertimpa tangga” mungkin ini pepetah yang patut disandang oleh keluarga Suharti (57) warga Rt 14 Kelurahan Pangkalan Balai Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan, Pasalnya rumah miliknya sudah terlanjur dirobohkan dan rata dengan tanah, namun program bedah rumah macet, sehingga kini masih terbengkalai.
Janda yang tinggal dengan 3 orang cucunya ini sudah kurang lebih satu bulan terpaksa tinggal bersama menantunya satu Kelurahan setelah seluruh rumah dirobohkan oleh warga karena dijanjikan akan dapat Bedah Rumah oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banyuasin.
Suharti saat ditemui Senin (8/1) di depan SMPN 1 Pangkalan Balai temat ibu ini berjualan es, sambil meneteskan air mata Dia menunjukan Rumah yang kini tinggal puing belaka.
Dia menuturkan, kalau saja akhirnya harus menunggu janji pemerintah yang tak jelas lebih baik tinggal digubug sendiri. “Setelah rumah dibongkar saya seperti jadi gelandangan saja pak, biasanya didepan rumah ini saya berjualan es cendol untuk anak-anak SMPN 1. Namun sekarang setiap pagi dan petang saya harus kulu kilir pulang pergi ke rumah menantu,” Kenya sedih.
Dari gambar tampak jelas rumah korban janji yang terbuat dari papan buruk beratap genting ukuran 16×10 telah dirobohkan oleh warga sekitar atas perintah Kepala Kelurahan pada awal Desember 2016 lalu dengan janji manis akan ditinjau Menteri Sosial Indar Parawansa.
“Setelah rumahnya diratakan dengan tanah, saya pernah datang ke Kelurahan untuk mempertanyakan nasibnya dan kapan mau dibangun kembali rumahnya pak…?, namun dari pihak Kelurahan belum dapat memastikan,” terang Suharti seraya mengusap air matanya.
Karena tekanan ekonomi apalagi suami sudah meninggal, Janda bercucu tiga ini masih tetap tegar untuk bertahan hidup dengan berjualan untuk menafkahi 3 orang cucunya.
” Staf menteri waktu acara Bulan Bakti Karang Taruna (BBKT) tanggal 10 Desember lalu di Lapangan Munai Serumpun dekat rumah saya hanya memberikan simbolis uang Rp 35 juta, sampai saat ini uangnya gak saya terima,” tutur Suharti memilukan.
Hal ini menjadi keprihatian seluruh warga sekitar rumah korban karena, proses pembongkaran tersebut dilakukan bersama-sama oleh warga sekitar atas inisiatif dari kontraktor yang bernama RJ (maaf nama samaran).
Terpisah Lurah Pangkalan Balai, Abdullah Sani saat diwawancarai wartawan mengatakan, belum bisa memastikan kapan bedah rumah ibu Suharti. Saat itu memang ada kontraktor Inisial Rj datang ke kantor Kelurahan meminta rumah ibu Suharti mau di dibedah, karena bakal ada kunjungan menteri sosial.
“Setelah itu pak Rt saya panggil dan saya beritahu kabar tersebut, karena pihak kontraktornya tidak ada biaya bongkar maka disarankan bongkar sendiri,” kata M Sani.
Masih kata M Sani, memang Sudah dua kali keluarga Suharti menanyakan kekelurahan, lalu ketika dikonfirmasi ke dinas Sosial katanya itu urusan kontraktor. “Bantuan itu dari Baznas dan kata dinas sosial akan ditanya kekontraktornya kembali,” jawabnya.(waluyo)

