halosumsel-

Program  Danrem 044 Gapo Kolonel Inf Kunto Arier wibowo.S,IP  memeritahkan  bawahan nya di wilayah korem Gapo  khusus di kodim 0401 muba, menggalakan penyebaran Bios 44,.yang diutamakan diwilayah  Koramil 401-05/ Bayung lincir, kecamatan Bayung lencir,  Kabupaten Musi Banyuasin.
            
Danramil  Bayung lincir, Kapten Inf Iwan Setiawan, mengatakan, bahwa  sesuai arahan Danrem 044 GAPO untuk melakukan penyebaran Bios 44 dilahan gambut, guna mencegah kebakaran Hutan juga berfungsi menyuburkan tanah.
             
Untuk itu sebagai contoh, kita telah  mengerahkan  seluruh anggota  bambisa diwilayah  bayung  lincir,   melakukan penyemprotan di lokasi lahan gambut, di  desa mangsang, desa wono rejo, desa senawar,  desa Mendis,  desa muara merang  dan muara medak.
              
Karena  di desa ini merupakan daerah  terdapat lahan gambut dan merupakan salah satu kejadian kebakaran terbesar  di muba tahu 2015 lalu, sehingga dalam hal ini danrem 044 GAPO  mengintruksikan utuk menyebar Bios 44 tersebut.
              
Dari  beberapa desa tersebut, kita sudah  melakukan  penaburan Bios 44 dilahan gambut, dalam Bulan Febuari –Maret  ini, sudah terealisasi  sekitar15  hektar dilahan gambut,  menghabiskan 700 liter   Bios 44, kedepan ini terus  kita lakukan dengan melibatkan banyak pihak baik perusahan dan  masyarakat, “ bios ini selain mencegah kebakaran hutan, juga berfungsi untuk menyuburkan tanah”. 

Secara ekonomis dapat menguntungkan bagi  para petani ,  penghematan pupuk organik dan kimia, kita dari  koramil Bayung Lincir, menyiapkan bios 44,  bagi masyarakat yang tidak mampu untuk penyebaran dan penyemprotan dilahan mereka, supaya  masyarakat  dapat memanfaakan bios untuk  menyuburkan tanamannya,
             
Ia juga menambahkan, Menyikapi musim kemarau yang akan datang, kita tidak henti-hentinya mengajak masyarakat menjaga lingkungan, dengan mensosialisasikan himbauan berupa pemasang bener, dilokasi umum yang dapat dilihat dan dibaca masyarakat  agar tumbuh kesadaran menjaga lingkungan dari kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla).

Serta kesadaran untuk  disiplin, salah satu pencegah tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan  yang diakibatkan kelalaian, didalam ketidak disiplinan, terutama bagi para perokok agar tidak  membuang putung rokok tidak sembarangan tempat, bebernya.(Waluyo/rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *