Halosumsel-

Selain beberapa bahan baku yang masih sulit didapatkan oleh pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), persaingan pasar pun menjadi tantangan. Sehingga diharapkan untuk meningkatkan inovasi dalam berkreasi.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Palembang, Hardayani mengatakan, pelatihan diberikan kepada UMKM untuk menunjang kemampuan mereka dalam berinovasi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan keahlian dalam berkreasi dan meningkatkan perekonomian kerakyatan.
“Ada 30 UMKM yang ikut dalam pelatihan, mereka akan langsung praktek dalam dua hari, dengan menghadirkan pelatih dan narasumber. Diharapkan dengan ini inovasi UMKM meningkat,” katanya disela acara Pelatihan Kewirausahaan bagi UMKM Kota Palembang, Selasa (23/5).
Ia mengatakan, karena pelatihan ini juga untuk Asian Games, maka dalam praktiknya tersebut disertakan mengembangkan kreasi khas Palembang, seperti miniatur Ampera atau pun logo Asian Games. “Dalam pelatihan ini bahan dasarnya karet, fiber glass dan kawat tembaga,” jelasnya.
Sementara itu Purwonugroho, Pemateri Cinderamata Berbahan Karet mengatakan, sulitnya mendapatkan bahan baku pembuatan cinderamata berbahan karet membuat pengrajin berbahan dasar karet berkurang. Bahan baku harus didapatkan dari wilayah jawa dengan harga Rp70 ribu /kg.
“Awalnya ada 70 pengrajin, sekarang tinggal tinggal yang ada. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan para pengrajin yang ada bisa survive dan mengembangkan inovasinya ke kerajinan berbahan karet,” terangnya. (Iya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *