Halosumsel-
Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Mitra Asri yang diselenggarakan di gedung balai desa Desa Tabuan Asri Kecamatan Pulau Rimau Kabupaten Banyuasin tidak mencapai korum. Dari jumlah 470 anggota yang hadir hanya 108 anggota.
Bahkan sudah diperpanjang waktu sampai 2×15 menit pun masih tidak sampai tidak korum. Dalam pelaksanaan pembukaan RAT itu selain tidak terlihat dari pemerintah kecamatan Pulau Rimau juga tidak dihadiri dari Dinas Koperasi Kabupaten Banyuasin selaku Pembina dan pengawasan.
Pengurus berupaya menyusun tata tertib jalan RAT dinyatakan korum dari 470 anggota dihadiri sedikitnya 50 persen anggota baru dapat dinyatakan Syah pun tidak tercapai.
Akhirnya pengurus koperasi yang diketuai oleh Ir Ilever Simanjuntak itu dilanjutkan sesuai dengan jumlah anggota yang hadir, jadi rapat tersebut hanya dihadiri dari perusahaan sekaligus sebagai mitra petani plasma. Pihak Dinas Koperasi Pemkab Banyuasin tidak hadir beralasan tidak mendapatkan undangan dari pengurus.
Inti dari diselenggarakan RAT Koperasi Mitra Asri itu peserta hanya ingin menanyakan kapan dilakukan kompersi dan berapa plafonnya, sehingga bisa diketahui berapa besar hutang petani dengan pemitra.
Petani plasma sawit desa Tabuan Asri sudah melakukan perjanjian sesuai tahun tanam tahun 2008, seyogianya paling lambat 6 tahun berikutnya kebun plasma sawit petani tersebut sudah dikonversi dan sekarang sudah 9 tahun berjalan tahun 2017 ini pihak pemitra dari Pt. Hamita Utama Karsa belum ada kepastian. Karena diduga dengan ketidak-transparanya pihak pemitra itulah RAT yang diselenggarakan tidak mencapai korum, ujar waluyo peserta plasma saat ditanya wartawan (5/7).
Untuk itu dia berharap supaya ketua pengurus koperasi Mitra Asri harus pro-aktif dan memihak kepada anggota dan terus mendesak kepada perusahaan pemitra (Pt. HUK, red) menyerahkan kepada petani, jangan malah membela perusahaan, sebab adanya pengurus itu dipilih oleh anggotanya.
Hal serupa diungkapkan oleh Muktar juga petani peserta plasma terus mendesak pihak Pt HUK segera melakukan angkat kridit atau kompersi supaya mengetahui beban hutang. Kalau hanya setiap bulan berpenghasilan Rp.150 ribu itu bagaimana anggota bisa Sejahtera dan itu dana apa yang diberikan.
Muktar meminta pihak perusahaan jangan hanya menulis apa yang menjadi harapan petani dan kemudian membawanya ke Jakarta begitu terus dan sebenarnya perusahan itu selaku pemitra itu sehat atau tidak, tanyanya.
Sementara Ariyo Sianipar yang mengaku baru sejak 12 Juni 2017 lalu menjabat sebagai Gendral Menejer Pt. HUK itu dalam menanggapi berbagai pertanyaan anggota berjanji akan secepatnya melaporkan kepusat di Jakarta.
Dia juga mengaku pekerja yang hanya digaji oleh perusahaan itu dan dirinya berpedoman pada MoU yang ditandatangani bersama antara perusahaan sebagai pemitra dengan petani plasma, jawabnya saat dibincangi saat waktunya isoma.
Ketua Koperasi Mitra Asri Ir. Ilever Simanjuntak mengaku selaku pengurus masih banyak kekurangan dan kelemahan, maka dengan diselenggarakan RAT ini bisa mengetahui sejauh mana pihak perusahaan menentukan tujuan dari kemitraan ini, bebernya.
Sedangkan kades Tabuan Asri Hasyim dalam pembukaan jalan RAT mengatakan dikoperasi ini tidak ada lagi organisasi lain kecuali hanya Koperasi Mitra Asri, terangnya singkat.
Dampak dari tidak korum jalan RAT tersebut dan terus dipaksakan dilanjutkan, akhirnya banyak anggota pun meninggalkan lokasi tempat diselenggarakan RAT. Belum diketahui hasil akhir penyelenggaraan RAT sebab sudah lebih awal meninggalkannya pak Haji yang juga peserta plasma.(waluyo)

