Banyuasin, HS-
Sudah 17 tahun Kabupaten Banyuasin berdiri setelah pemekaran dari Kabupaten Muba belum ada ikon sebagai ciri khas yang menjadi kebanggaan masyarakat di bumi Sedulang Setudung dan menjadi perbincangan dikalangan jurnalis.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Banyuasin Merki Bakri ketika di bincangi mengenai apa yang menjadi ikon Banyuasin, dengan cepat dirinya merespon bahwa Ikon Banyuasin sudah dirancang dengan mengambil sejarah Banyuasin Tempo dulu.
“Untuk Ikon Banyuasin sudah kita desain dan dirancang khusus dalam bentuk grafik (gambar) dengan mengambil ciri khas rumah adat atau rumah panggung dan gerobak sapi artinya ” Menara Juang Pedati Sapi” dan ini diambil dari sejarah Kota Pangkalan Balai Kabupaten Banyuasin,” Jelasnya sembari menunjukan desain Ikon Banyuasin, Kamis (3/10/2019)
Mengenai tahapan pembangunan Ikon Banyuasin yang kita pilih, Merki mengatakan hal tersebut harus persetujuan Bupati Banyuasin H. Askolani dan tokoh masyarakat Banyuasin.
“Kita baru perencanaan, kita minta pendapat Bupati Banyuasin dan Bupati lah yang memutuskannya, dari bentuk, lokasi dan lainnya itu kita serahkan kepada Bupati dan juga tokoh masyarakat Banyuasin. (Ti)

