Lahat, Halosumsel – Puluhan Emak- emak atau ibu – ibu dari delapan desa yang ada di Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD Lahat. Senin (5/7/21).

Kedatang Emak- emak yang mengatasnamakan dari Persatuan Pemerhati Lingkungan (PPL) ini mengadukan nasib mereka ke DPRD akibat permasalahan debu yang telah berlarut-larut.

Aksi mereka di terima langsung Komisi lll beserta anggotanya. Dalam mediasi di ruang DPRD tersebut, emak-emak meminta agar Komisisi lll mempasilitasi pertemuan mereka dengan pihak perusahaan.

Pihaknya meminta agar perusahaan membayar kompensasi debu. Selama ini kami telah sengsara menghisap debu akibat mobil perusahaan melintas di pemukiman penduduk, kata Ketua PPL, Yuniarti.

Menanggapi pernyataan emak- emak, anggota Komisi lll Andi Sucitera mengatakan, jika ingin menutup perusahaan tambang batu bara, maka tak perlu repot-repot, tidak usah lagi masyarakat menjual lahan kepada pihak perusahaan serta jangan lagi warga bekerja di perusahaan.

İa juga menjelaskan, berdirinya perusahaan di wilayah merapi area ada plus minus nya, dulu sebelum ada tambang banyak warga yang menganggur, tapi lihat sekarang hampir setiap rumah telah memiliki kendaraan roda dua bahkan roda empat, artinya apa secara kesejahteraan telah meningkat, tetapi minusnya debu berterbangan di mana-mana jalan jadi sedikit terhambat.

“Jadi kalau masalah kompensasi debu ini hendaknya kita menyikapinya secara obyektif, tidak bisa kita main asal tutup saja, makanya kami komisi lll menjadi pasilitator pada pertemuan ini, kami juga akan menyurati 28 perusahaan untuk hadir pada pertemuan berikutnya 13 Juli pekan depan,” tutur Andi.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *