Palembang, Halosumsel- Puluhan massa yang tergabung dari Suara Informas Rakyat Sriwijaya (SIRA) mendatangi dan Orasi menyampaikan atas kelangkaan GAS Elpiji 3 KG di beberapa daerah di Sumatera Bagian Selatan di depan kantor PT.Pertamina Marketing Oprasional Regional (MOR) 2 Sumatera Bagian Selatan Plaju Palembang Senin (8/11/21)

Koordinator Aksi, Rahmat Sandi Iqbal didampingi Korlap Rahmat Hidayat mengatakan pihaknya meminta pimpinan Pertamina MOR II Sumbagsel untuk melakukan pengawasan yang insentif serta mengambil tindakan yang tegas termasuk mengawasi penyaluran distribusi gas elpiji 3 kg bersubsidi di Sumatera Selatan (Sumsel).

Rahmat Sandi mengutarakan, pihaknya mendukung penuh tindakan Pertamina MOR II Sumbagsel untuk mengeluarkan atau mencabut izin operasional agen Gas diduga bermasalah bahkan bila perlu untuk dipidanakan bagi agen agen Gas diduga bermain atau nakal.

“Kami mendesak untuk seluruh agen yang wilayahnya mengalami kelangkaan gas elpiji 3 kg, untuk di Pemutusan Hubungan Usaha (PHU),” ujar Rahmat Sandi Iqbal dalam orasinya di PT Pertamina MOR II Sumbagsel.

Ditempat yang sama, Korlap Rahmat Hidayat mengatakan, pihaknya menilai PT Pertamina MOR II Sumbagsel tidak cakap dalam mengawasi agen gas elpiji dan pengkalan.

“Kami meminta apabila tidak mampu menstabilkan pasokan gas elpiji 3 kg di Sumsel. Lebih baik General Manager (GM) PT Pertamina MOR II Sumbagsel mundur,” ungkapnya.

Menurutnya, pihaknya meminta PT Pertamina MOR II Sumbagsel, untuk bertanggung jawab atas kelangkaan gas elpiji 3 kg. Karena sebagai regulasi penyaluran gas.

“Apabila aspirasi yang kami sampaikan tidak ada tanggapan dan tidak direspon dari pihak PT Pertamina MOR II Sumbagsel. Kita akan melakukan aksi unras ke Kementerian BUMN dan PT Pertamina Pusat,” tegasnya.

Aksi tersebut tidak ada perwakilan pihak PT Pertamina MOR II Sumbagsel tidak menanggapi para massa aksi unras dari SIRA. (Deva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *