PALEMBANG . Halosumsel-

Tubuhnya kecil mungil, penampilannya rapi dan elegan dengan ciri khas anting menghiasi hijab yang dikenakannya. Kelihatan unik dan ini menjadi ciri khas penampilannya.
Kecil, rapi dan unik dibenak kita tentulah dia sosok perempuan yang lemah lembut, namun siapa sangka dibalik semua itu tersimpan sikap tegas dan disiplin. Pekerja keras tapi berhati-hati dalam setiap langkah kongkritnya dalam berikhtiar dan bertugas di lapangan.

Dia Raden Ayu Marlina Silvia. Akrab dengan panggilan Lin, ibu tiga anak ini sehari-hari adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN). Marlina saat ini dipercaya sebagai Kepala Bidang SDA Irigasi dan Limbah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang kota (PUPR) Kota Palembang.

Siang itu akhir minggu lalu, saya bertemu dia di ruang kerjanya. Sejenak menunggu jebolan Teknil Sipil yang lulus cumlaude ini kembali dari lapangan, saya menikmati lalu lalang kendaran di Jalan Slamet Ryadi yang padat. Dinas tempat Marlina bekerja memang sangat sibuk dengan rutinitas di lapangan. Instansi teknis yang keseharian berhadapan langsung dengan masyarat, mengantisipasi banjir, memeriksa selokan dan got, berjibaku membersihkan saluran yang tersumbat. Tidak peduli hujan dan panas.

Sering disemprot warga adalah makanan hari-hari Marlina dan timnya di lapangan. Tidak hanya itu, demo dan unjuk rasa dia hadapi tanpa rasa takut dan gentar. Kenapa harus takut, Saya bekerja on the track dengan segenap totalitas yang ada pada diri saya mengabdi pada negara. Saya bekerja dengan hati. Saya bekerja hati-hati, kata Lin sambil menyeka keringat di dahinya.

Sulung dari dua saudara ini paham betul bagaimana mengelola emosi. Kapan harus tegas dan sebaliknya. Kapan harus turun kelapangan. Bekerja di instansi teknis itu katanya tidak hanya dituntut pintar tapi juga harus kuat mental. Ke duanya harus dimiliki personil dilapangan.

Marlina lebih memilih keluar dari zona nyamannya untuk tetap tinggal di kantor layaknya unsur pimpinan. Adalah hal yang munstahil baginya jika hanya mengandalkan laporan staff di lapangan. Maaf kerja saya memang banyak di lapangan. Mengontrol tim di lapangan. Ada 481 anak buah saya di lapangan. Kalau dilepas begitu saja tidak akan mungkin. Turun ke lapangan baginya adalah kewajiban. Mendengarkan keluhan masyarakat, dan memberikan pengertian kepada mereka yang menyalahi aturan. Alhamdulillah cara-cara persuasif kita diterima. Namun jika tidak, kita bertindak tegas, demi kepentingan orang banyak katanya.

Menyadari posisinya yang strategis, dia tahu jika jabatan yang ada padanya diincar banyak orang. Dicurigai sana-sini, bahkan didemo dengan tudingan korupsi. Beruntung dia memiliki pimpinan yang memahami ritme kerjanya. Bahwa apa yang dia lakukan sesuai Tupoksi sehingga apapun yang terjadi dia tidak takut. Selebihnya berserah diri kepada Ilahirobbi. Alhamdulillah dua tahun bekerja di bidang ini saya diselamatkan Allah, katanya

Mengawali karir sebagai ASN, diakui Marlina sejak awal dia lebih tertarik untuk kuliah di teknik sipil. Baginya bekerja banyak tantangan itu akan membangkitkan daya fikir otak dan semangat. Disisi lain harus kuat mental karena tidak hanya dituntut pintar saja. Kendati begitu, ada juga saatnya mengalah dan lembut. “Ketika kita benar dan memperjuangkan banyak orang kita tidak bisa mengalah. Hati yang membangkitkan otak untuk bekerja dan semangat. Hati harus dimaintan dan dibersihkan caranya dengan lebih mendekatkan diri kepada sang Pencipta.

Blak-blakan Marlina mengatakan jika soal jabatan dan uang tidak diposisi dirinya saat ini. Saya ini pekerja dan bukan mengejar jabatan dan uang, kedengarannya idealis tapi itulah saya. Pekerja dengan Tupoksi yang sesuai bidang keilmuan dan pengalaman saya. Dengan segala suka duka, tantangan dan dinamikanya saya tidak menjadikan hal itu beban justru dihadapi apapun keadaan yang ada. Seperti banjir misalnya, banjir itu tidak bisa diselesaikan oleh satu instansi dan tanpa dana. Namun bukan pula project oriented katanya.

Di awal menerima tanggung jawab ini, Marlina menemukan banyak tantangan, bagaimana dia harus mengelola SDM yang ada. Membina mereka hingga dia dapat memakainya, cukup berat tapi setelah itu bisa beradaptasi.

Perempuan pencinta seni tari ini sangat senang berinovasi. Baginya inovasi itu makanan untuk jiwa. Inovasi itu bukan cuma sekedar membantu menjalankan tugas tapi membantu kesehatan juga menaikan hormon sehingga bisa bekerja dengan segenap totalitas. Totalitas itu yang penting. Tidak hanya sekedar bekerja dan dapat gaji. Namun siapa yang mengikuti cara kerja saya, akan kelihatan, tegasnya.

Bidang yang dia tangani memang penuh dengan persoalan yang kompleks. Untuk itu dibutuhkan orang yang punya skill dan mentalitas tinggi. Berbagai tim yang dia bentuk didalamnya beranggotakan orang-orang yang lurus dan bibit unggul. Saya mengajari mereka. Mengajari orang baru memang harus sabar luar biasa. Tapi orang-orang baru ini lurus, bibit unggul. Namun punya skill luar biasa punya mental bagus juga sulit jika tidak punya pengalaman. Itulah tantanganya, kata Marlina.

Marlina menyadari dia tidak dapat bekerja sendiri, untuk itu dia banyak membuat grup di lapangan. Hal ini untuk mempermudah control supaya tidak ngawur dan selalu diingatkan. Yang bertahan pada posisi ini tidak banyak. Ada yang mental kuat tapi skill lemah atau sebaliknya, butuhw waktu untuk membentuk tim kuat dan satu frekuensi.

Campur tangan Tuhan sangat dia sadari dalam pekerjaan di lapangan. Dia juga tidak akan berhenti berinovasi. Inovasi memang capek tapi membuat kita puas. Dilapangan memang godaannya besar. “Kalau mau bermain-main saya sudah kaya raya. Saya bisa seperti ini karena pimpinan saya lurus. Kalau mengot dari pucuk mengot galo sampe ke bawah’ Saya berpendirian teguh bahkan dapat julukan nyenyes tidak apalah PU butuh perempuan Nyenyes seperti saya katanya tertawa. Di luar sudah terdengar suara adzan panggilan untuk Sholat Ashar. Percakapan kami terhenti sampai di sini. (ida syahrul)

BIODATA :

Nama : Ir. R.A. Marlina Sylvia, S.T., M.Si., M.Sc., IPM
Tpt/Tgl Lahir : Palembang, 06 Maret 1979
Pendidikan : S1 Teknik Sipil Unsri 1997
S2 double Degree Integrated Unsri
S2 UNESCO-IHE Belanda
Pekerjaan : Kepala Bidang SDA Irigasi dan Limbah
Dinas PU dan Penataan Ruang
Palembang
Hobbi : Menari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *