Palembang, Halosumsel – Dalam rangka untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Provinsi Sumsel
Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumsel menggelar Pertemuan Koordinasi Kedua Integrated Participatory of Development nd Managemebent of Irrigation Program (IPDMIP) Provinsi bertempat di ruang Serelo Hotel Swarna Dwipa, Senin (1/8/2022).
IPDMIP merupakan program Pemerintah di bidang irigasi yang bertujuan untuk mencapai keberlanjutan sistem irigasi, baik sistem irigasi kewenangan pusat, kewenangan provinsi maupun kewenangan Kabupaten dan Kota .
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumsel Dr Ir H Bambang Pramono Msi mengatakan, kegiatan hari ini adalah untuk melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi kegiatan IPDMIP di 7 kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Sumsel.
“Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari.
Kedepan kita akan bersama konsultan regional IPDMIP, ada dari 7 kabupaten, ada PPK, ada PPTK dan penyuluh provinsi serta penyuluh kabupaten.
Semuanya kita lakukan pelatihan dan monitoring evaluasi kegiatan IPDMIP yang berjalan,” ujarnya.
“Melalui kegiatan ini, sekaligus kita akan meminimalisir pemasalahan yang ada di lapangan,” tambah Bambang.
Lebih lanjut Bambang menuturkan, tujuan yang kedua adalah untuk lebih mencapai target dan sasaran.
Dengan melakukan kegiatan diskusi, apa-apa yang masih belum tercapai di lapangan akan disinergikan kedepannya.
Sehingga target dan sasarannya dapat lebih tepat berdaya guna.
Selain itu, pelaksanaannya di bulan-bulan yang akan datang.
Ketiga tujuan pelatihan ini adalah tentu saja mempertajam kegiatan program kegiatan yang masih tertunda, dilakukan percepatan sekaligus melakukan sinergi dengan teman-teman kabupaten baik di tingkat lapangan baik itu di kabupaten yang ada di Provinsi Sumsel.
“Pelatihan ini adalah untuk memecahkan semua persoalan di lapangan.
Kalau permasalahan di lapangan misalkan masih terjadi banjir di lokasi kegiatan, masih belum baiknya sarana infrastruktur, masih terkendalanya peningkatan benih dan pembuatan benih di lapangan.
Maka kita lakukan evaluasi dan selanjutnya kita buatkan komitmen untuk memperbaiki kegiatan yang akan datang,” bebernya.
Jadi dalam kegiatan IPDMIP ini, sambung Bambang, ada 7 kabupaten yang melaksanakan yaitu Musi Rawas, Muara Enim, Pali, Empat Lawang, Muba Banyuasin dan Oku Selatan.
Dijelaskannya bahwa,
“Kendala selama ini adalah belum sinerginya dengan dinas kabupaten dan provinsi terhadap pengelolaan daerah irigasi.
Sedangkan pengelolaan irigasi tidak hanya di PU Pengairan saja, tidak hanya pada Dinas Pertanian juga akan tetapi tanggung jawab semuanya,” urainya.
Oleh sebab itu, sambung Bambang, dengan adanya kegiatan IPDMIP ini dapat menjamin kegiatan usaha tani di daerah irigasi yang ada di Provinsi Sumsel.
Adapun tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan pendapatan petani di daerah irigasi tersebut.
“Ada tiga target kegiatan IPDMIP pertanian ini yakni pertama peningkatan kapasitas penyuluh dan aparatur.
Kedua adalah membuat penangkaran benih atau kualitas benih itu.
Ketiga adalah peningkatan rantai nilai kegiatan IPDMIP ini,” bebernya.
“Dengan adanya kegiatan ini, kita ada pelatihan ini, ada keterbukaan dan diskusi serta adanya kerjasama sinergi yang lebih baik dari semua unsur, untuk dapat melakukan kegiatan lebih baik lagi,” tandas Bambang.(***)

