Asahan, Halosumsel.com – Tim Pegiat Konservasi Asahan Barumun bekerjasama dengan Kepala Desa Perkebunan Aek Tarum menggelar acara Sosialisasi terkait pemanfaatan area DAS (Daerah Aliran Sungai) dan menanaminya dengan pohon yang bernilai ekonomis serta memenuhi kriteria sebagai tanaman yang telah direkomendasikan untuk kegiatan konservasi.
Sosialisasi yang melibatkan seluruh Kadus serta puluhan warga Desa Perkebunan Aek Tarum ini diselenggarakan di kantor Kepala Desa Perkebunan Aek Tarum,Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Sumut, Kamis sore (26/10/2023).
Peserta sosialisasi yang hadir mayoritas merupakan karyawan perkebunan PT Bridge Stone Aek Tarum. Mereka terlihat cukup antusias menyimak penjelasan dari para narasumber.
Acara sosialisasi dibuka oleh Kepala Desa Aek Tarum, A Yani Simangunsong. Kemudian acara berlanjut dengan memperkenalkan Lembaga Konservasi Asahan Barumun yang materinya disajikan oleh Ketua Pegiat Konservasi Asahan Barumun, Misliyanto.
Agenda selanjutnya adalah pemaparan tentang tata cara pembudidayaan pohon aren serta potensi penamambahab penghasilan kepada petani peserta pelaksanaannya kegiatan konservasi.
Sesi ini disampaikan secara bergantian oleh Ewin Nasution selalu selaku salah satu stakeholder sekali gus penyedia bibit Aren Genjah dan Khairul Bakti Marpaung,Sekretaris Lembaga Pegiat Konservasi.
Pada pemaparannya, Ewin menguraikan, bahwa setiap pohon Aren Genjah yang terawat saat sudah menghasikan mampu menghasilkan 10 hingga 20 liter nira per-hari.
“Dengan asumsi, sepohon aren yang sudah berproduksi dapat menghasilkan 10 liter nira saja, yang kemudian dikalikan dengan harga jual terendah Rp 10 ribu/liter, maka satu pohon aren yang sudah tersadap berpotensi menambah penghasilan petani sebesar Rp 100 ribu rupiah. Itu kan baru satu pokok. Nah, bila 10, 20 atau sekian puluh pokok, kan tinggal mengkalikan saja berapa penambahan penghasilan kita “, papar Ewin.
Ewin menambahkan, petani penanam pohon aren tak perlu khawatir soal penjualan niranya, jika nantinya pohon arennya sudah berproduksi.
Ditegaskan olehnya, bahwa pihaknya sudah mempersiapkan lokasi untuk mendirikan satu unit pabrik gula di Aek Songsongan yang memakai bahan baku nira. Mira tersebut akan ditampung dari petani penanam aren.
Acara sosialisasi ini berlangsung dalam suasana yang cukup cair dan rileks.Sosialsasi berakhir hingga menjelang jam 18.00 sore.
Acara ini dihadiri oleh Kades A Yani Simsngunsong berserta seluruh Kadus se-desa Perkebunan Aek Tarum dan puluhan warga dari semua dusun.
Dari unsur Lembaga Konservasi Asahan Barumun terlihat hadir jajaran pengurus, di antaranya, Misliyanto,Khairul Bakti Marpaung, Ewin Nasution, Uci Saraswati, Pendi Marpaung, Rusli E Sitorus, Samidun Nasution dan Enty Manurung.
Yose Rizal Sitorus

