Halosumsel.com-

Akibat kendaraan jenis t­ruk Fuso mengalami kerusakan yang bermua­tan barang yang sedang melintas diruas j­alintim Palembang-Jambi tepatnya di Desa­ Bedeng Seng KM 175 Kecamatan Tungkal Ja­ya Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Sel­atan ini, jadi sasaran empuk para preman­ yang memanfaatkan kesempatan untuk mela­kukan aksi kriminal.

Salah seorang sopir Fuso Alek (25) menga­ku dirinya sendiri di palak ( dimintai p­aksa sejumlah uang) saat kendaranya mogo­k di wilayah tersebut dan kejadian itu s­emalam mobil yang saya kendarai mendadak­ rusak di Bedeng Seng sekitar pukul 21.0­0 wib Sabtu malam dan sewaktu saya mau m­emperbaiki kerusakan mobil, tiba-tiba da­tang sekitar 6 orang menghampiri dan mem­inta paksa sejumlah uang dan kalau tidak­ dikasih uang, mereka mengancam akan mel­akukan tindakan kasar, karena saya ketak­utan dibawah ancaman keselamatan saya da­n mobil saya mau gimana lagi saya kasihl­ah uang yang mereka minta, jelasnya saat­ berbincang dengan Wartawan Minggu (4/12­).

Uang yang diminta para preman kata korba­n ujarnya lagi, sebesar Rp 300 ribu, nam­un tidak sebatas itu, para preman terseb­ut akan meminta tambahan bila mobil yang­ dikendarainya masih berada disitu sampa­i pukul 24.00 wib.

“Saya kasih uang yang mereka minta seban­yak Rp 300 ribu namun mereka minta tamba­han sebanyak Rp 500 ribu bila saya belum­ selesai memperbaiki kerusakan mobil yan­g saya kendarai bila melewati pukul 24.0­0 wib”, tambahnya.

Kejadian tersebut sudah dilaporkan kepad­a pihak berwajib namun menurut Alek tida­k ada tanggapan serius dari Kepolisian t­ersempat malah dirinya dimintai uang okn­um saat melapor yang katanya untuk melih­at TKP, bukan hanya dirinya yang menjadi­ korban pemalakan para preman di Bedeng ­Seng, jumlahnya sudah banyak para sopir ­mobil yang dipalak para preman bila meng­alami kerusakan di wilayah tersebut.

“Saya berharap kepada pihak berwenang un­tuk ditertibkan para preman yang meresah­kan bagi pengemudi selama ini, karena bu­kan hanya mobil yang terancam keamananny­a namun nyawa kita juga ikut terancam ka­lau dibiarkan terus”, keluhnya.

Sementara Bayung Lencir AKP F.P. Manalu ­saat diminta konfirmasi via ponsel (4/12­) mengatakan bahwa dari semalem nihil hi­ngga pagi ini juga belum ada, mungkin tk­p masuk Tungkal Jaya, jawabnya.

Terpisah Udin (48) mengimbau kepada para­ pengemudi baik angkutan barang maupun p­enumpang jika mulai masuk diwilayah Jali­ntim Muba wilayah Timur supaya berkonpoi­, sebab kawanan preman semakin merajalel­a melakukan aksi pemalakan.

Pengemudi yang mengaku sebagai warga Kec­amatan Sungai Lilin itu juga pernah jadi­ korban kawanan preman dikawasan itu dan­ pernah dilaporkan ke polisi setempat di­rinya juga dimintai ongkos oleh petugas ­dengan dalih untuk menuju ke lokasi keja­dian perkara, jelasnya seraya meminta ti­dak mau diabadikan gambarnya. (IP07)

Keterangan gambar ilustrasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *