Pengrusakan sebuah Kapel Santo Zakaria Desa Mekar Sari Dusun III Kecamatan Rantau Alay Kabupaten Ogan Ilir adalah murni kriminal dan tidak ada unsur SARA. Pernyataan tersebut dikeluarkan langsung oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin ketika menggelar konfrensi pers di Griya Agung Palembang kamis (8/3)

Diungkapkan oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Alex Noerdin, dirinya telah berkoordinasi langsung dengan Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara.

“Sudah bertemu langsung dengan Kapolda, beliau bilang kejadian itu murni kriminal dan tidak ada unsur SARA. Bahkan saat ini Kapolda sedang mendalami kasus tersebut” terang orang nomor satu di Sumsel ini, Kamis (08/03/2018).

Dilanjutkannya, Sumsel sangat bangga dengan icon sebagai zero konflik dan sudah diakui dunia. Namun dengan kejadian tersebut tidak tahu memiliki unsur apa.”Dan ini ada yang mau coba-coba, unsur dibaliknya apa, dan itu akan terungkap karena ini sudah prioritas pihak kepolisian serta memang dilakukan penyelidikan atau sedang dikejar,” tegas mantan Bupati Muba dua periode itu.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin juga sangat mengarapkan agar masyarakat Sumsel dapat menjaga kerukunan dan kondusifitas antara sesama umat beragama. Begitupun juga kepada seluruh kepala daerah untuk mampu menjaga wilayahnya masing-masing.”Jaga Provinsi Sumsel, jaga kerukunan ini apalagi kita warga asli Sumsel dan cari makan disini, jadi saya minta jaga sama-sama kerukunan dan kondusifitas ini,” himbaunya.

“Kepala daerah baik Bupati atau Walikota turunkan pihak keamanan dan camat untuk berkoordinasi menjaga wilayah agar kondusif,” tambah Alex.(Anang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *