Halosumsel.com-
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palembang H Saim Marhadan menegaskan, bahwa Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) aliran menyesatkan umat.
“Gerakan itu sesat dan menyesatkan umat. Mereka (Gafatar) menagkui Ahmad Musadek (ngaku nabi) sebagai juru selamat,” katanya, Rabu (13/1).
Saim mengatakan, aliran itu tidak mewajibkan solat, puasa, zakat maupun haji. Padahal, jelas itu melanggar ajaran islam.
“Ajaran itu juga mengakui bahwa, semua agama benar. Harusnya, kita percaya dengan agama kita peluk, karena itu hak individu masing-masing. Gafatar mengikuti semua ajaran agama,” katanya.
Dengan demikian, pihaknya menghimbau agar lebih waspada gerakan aliran Gafatar tersebut, masyarakat jangan mudah percaya dengan orang yang mengajak untuk bergabung.
“Banyak cara yang dilakukan orang-orang yang tergabung dalam aliran Gafatar untuk merekrut orang agar masuk ke aliran itu, misalnya, dengan cara bakti sosial. Setelah itu, mereka baru mendoktrin orang lain untuk masuk ke Gafatar,” ujarnya.
Saim berharap, masyarakat yang ada di Kota Palembang lebih meningkatkan koordinasi, jika ada yang dianggap aneh, silahkan lapor, sehingga pihak terkait bisa segera mengantisipasinya.
“Kalau ada informasi orang hilang cepat lapor, jangan sampai kejadian dokter hilang (direkrut Gafatar) terjadi di Palembang ini,”pungkasnya (don)
