Banyuasin, Halosumsel- Kamis 6 Agustus 2025 Sebanyak 11 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Banyuasin menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun 2025 melalui jalur aspirasi anggota DPD RI Daerah Pemilihan Sumatera Selatan, dr. Hj. Ratu Tenny Leriva, M.M. Bantuan ini merupakan upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus menekan angka putus sekolah akibat kendala ekonomi.

Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis dalam acara yang dihadiri langsung oleh Ratu Tenny Leriva. Tiga sekolah menjadi lokasi penyerahan langsung, yaitu SD Negeri 11 Sembawa (40 siswa), SMK Setianegara Sembawa (18 siswa), dan SMP PGRI Sukamoro (44 siswa). Selain itu, bantuan juga disalurkan ke delapan sekolah lain di Banyuasin, dengan total 158 siswa penerima manfaat

PIP adalah program nasional yang menyasar peserta didik dari keluarga miskin dan rentan miskin agar tetap dapat mengenyam pendidikan. Melalui jalur aspirasi anggota DPD RI, distribusi bantuan diharapkan lebih merata, terutama di daerah yang memerlukan perhatian lebih.

Ratu Tenny Leriva menegaskan bahwa bantuan PIP merupakan hak siswa dan harus dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan pendidikan.

“Masih banyak anak yang putus sekolah karena tekanan ekonomi. Program ini adalah bentuk komitmen negara agar mereka tetap bisa belajar tanpa terbebani biaya,”ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya literasi sebagai pondasi membentuk generasi unggul. “Literasi bukan sekadar baca-tulis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi perkembangan zaman. Ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

Pihak sekolah menyambut baik penyaluran bantuan ini. Salah seorang guru mengungkapkan rasa syukur atas dukungan tersebut.

“Kami berterima kasih atas bantuan ini. Semoga dapat meringankan beban orang tua dan memotivasi siswa untuk giat belajar,”ucapnya.

Penyaluran PIP melalui jalur aspirasi DPD RI ini menunjukkan komitmen dalam mendukung pendidikan nasional, terutama di daerah dengan keterbatasan akses. Diharapkan, langkah ini tidak hanya mendorong keberlanjutan pendidikan, tetapi juga memperkuat masyarakat yang berdaya dan inklusif.

***