PALEMBANG, Halosumsel– Anggota DPRD Sumatera Selatan, Chairul S Matdiah secara tegas meminta Gubernur Sumsel Herman Deru  beserta gubernur dan 25 bupati serta wali kota pemegang saham Bank Sumsel Babel (BSB) untuk membatalkan pengangkatan direksi baru yang diduga terlibat kasus kredit macet sebesar Rp50 miliar.

“Ada oknum direksi yang kini diangkat padahal sebelumnya diduga terlibat dalam kasus kredit macet Kopindo sebesar Rp50 miliar. Hal ini harusnya menjadi perhatian serius karena berdampak pada kepercayaan publik dan kredibilitas Bank Sumsel Babel,” tegas Chairul saat konferensi  pers Senin (27/01/2025).

Chairul juga menyebut bahwa kasus ini telah menjadi pembahasan panjang di berbagai tingkatan. Bahkan, menurutnya, kejaksaan negeri sedang memeriksa dugaan keterlibatan salah satu direksi terpilih dalam kredit macet tersebut.

“Direksi yang diangkat ini pernah diperiksa kejaksaan. Gubernur Sumsel, Gubernur Babel, serta para bupati dan wali kota pemegang saham harus memastikan bahwa orang yang terlibat dalam masalah besar seperti ini tidak ditempatkan di posisi strategis,” lanjutnya.

Minta Kejelasan dari Pemimpin Daerah

Menurut Chairul direksi yang bermasalah tidak pantas menduduki posisi kunci di bank daerah yang menjadi tulang punggung perekonomian Sumsel dan Babel. Ia menilai pengangkatan ini menunjukkan kurangnya seleksi ketat terhadap calon direksi.

“Pengangkatan ini harus dievaluasi. Gubernur terpilih dan pemimpin daerah lainnya memiliki kewenangan untuk menelusuri apakah yang bersangkutan layak atau tidak. Hal ini penting karena menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap Bank Sumsel Babel,” ujarnya.

Chairul juga mempertanyakan transparansi dan proses penilaian yang dilakukan oleh direktur utama BSB, Muhammad Adil, terhadap calon direksi. Ia meminta penjelasan terkait adanya dugaan proyek fiktif yang turut dikaitkan dengan direksi bermasalah ini.

Harapan dan Teguran untuk Pemegang Saham

Chairul berharap seluruh pemegang saham, baik gubernur, bupati, maupun wali kota di Sumsel dan Babel, mengambil langkah tegas terkait dugaan ini. Menurutnya, mereka bertanggung jawab untuk menjaga integritas BSB sebagai bank milik daerah.

“Kasus seperti ini harus diungkap dan ditangani secara transparan. Jika direksi yang terlibat dalam masalah besar tetap dilantik, maka publik akan mempertanyakan kredibilitas kita sebagai pengawas,” tegasnya.

Bank Sumsel Babel diharapkan segera memberikan klarifikasi terkait pengangkatan ini, termasuk penjelasan kepada pemegang saham mengenai langkah-langkah yang akan diambil untuk mencegah terulangnya kasus kredit macet di masa mendatang.

Sofuan