Halosumsel.com-
Badan Pengawas Pemilu Sumsel dalam melakukan kegiatan pengawasan pada pilkada Muba akan menggunakan aplikasi SADAP ( Sistem Analisa Data Pemilih) ini untuk mengetahui sejauh mana Data DPT yang digunakan pada Pilkada Muba 2017 nanti, hali ini diungkapkan Ketua Panwaslu Sumsel Andika Pranata Jaya S.Sos didampingi Kurniawan dan KIPP Jawa Timur Rikson Nababan Rabu (21/9) bertempat di kantor Penegakan Hukum Provinsi Sumatera Selatan.
Ketua Bawaslu Sumsel Andika Pranata mengatakan,” DPT pileg berjumlah 446. 992 tahun 2014 dan pada Pilpres 457. 803 brertambah 10.811(2.4) dan pada pada pemilihan kepala daerah bertambah 59. 281 (12. 9) artau 517. 084 ,ini data awal yang belum dicek, ” jelasnya
Ada 236 desa di muba sebanyak 1.679 TPS mengalami kenaikan pada pileg dan pilpres 2014 lalu, dengan paling banyak kecamatan sekayu dengan jumalj 237 TPS,jumlah mata pilih paling banyak setiap TPS berkisar paling banyak 800 pemilih,” imbuh andika
Langkah yang akan dilakukan untuk mengetahui DPT dan dipulikasikan masyarakat, kita akan menggunakan aplikasi ini dapart mengetahu NIK Ganda dan Nama Ganda, Invalid,NKK indikasi Invalid, belum berumur, tanpa identitas, umur nol,” bebernya
Sistem Analisa Data Pemilih (SADAP) upaya panitia pengawas memfasilitasi partisipasi masyarakat untuk terlibat pengawasan Pilkada Muba dengan memanfaat teknologi tanpa mengurangi esensi,”
Angenda pengawan, pengelolahan data, pemetaan wilayah, pola pengawasan lapangan, uji petik, penyadingan data panwas dan kpu muba, ini upaya memastikan bahwa masyarakat melindungi hak politik memilih,” tandasnya (sofuan)

