TANJUNG ENIM, Halosumsel.com – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax di Kota Tanjung Enim memasuki hari ketiga, mengakibatkan antrian panjang kendaraan dan mengancam kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.
Puncak antrian terlihat di SPBU Batu Gerigis, Kecamatan Lawang Kidul, pada Selasa (17/9) pagi. Sejak pukul 07.00 WIB, antrian kendaraan bermotor dan mobil sudah memanjang hingga ke jalan nasional lintas Muara Enim-Baturaja, menyebabkan kemacetan yang parah. Stok BBM di SPBU tersebut dilaporkan habis hanya dalam hitungan jam setelah dibuka.
Effendi, seorang pengojek yang biasa mangkal di Pasar Baru Tanjung Enim, mengonfirmasi dampak kelangkaan ini. “Kelangkaan minyak sudah terjadi sejak tiga hari terakhir. Hal ini sangat berdampak besar bagi masyarakat karena menyangkut arus transportasi secara umum,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa meskipun SPBU sempat menyediakan Pertamax, stoknya juga ludes terjual dalam waktu singkat. “Jika kondisi terus berlanjut, tentu akan mengancam perekonomian masyarakat,” tegas Effendi.
Diduga Akibat Oknum Nakal
Seorang pengendara mobil yang enggan disebut namanya memberikan informasi berbeda. Menurutnya, kelangkaan ini bukan disebabkan oleh masalah distribusi, tetapi merupakan konsekuensi dari tindakan oknum tertentu.
“Kelangkaan minyak ini diduga akibat ulah oknum masyarakat dan oknum penjual di SPBU tersebut yang melakukan penimbunan atau penjualan tidak sesuai aturan. Informasi ini sampai ke pihak berwenang dan pada akhirnya SPBU tersebut dikenai sanksi pengurangan kuota BBM hingga waktu tertentu,” ungkap Hidayatullah, salah seorang pengguna mobil yang diwawancarai di lokasi.
Ia juga menyebutkan bahwa daerah sekitar seperti Muara Enim, Lahat, dan Baturaja justru tidak mengalami kelangkaan BBM, menguatkan dugaan bahwa masalah ini bersifat lokal dan spesifik.
Klarifikasi Belum Diperoleh
Menyangkut kebenaran informasi sanksi pengurangan kuota tersebut, belum dapat dipastikan secara resmi. Petugas yang bertugas di SPBU Batu Gerigis enggan memberikan komentar terkait kejadian ini.
Hingga berita ini diturunkan, antrian masih terus terjadi dan masyarakat harus mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan BBM kendaraan mereka, sambil menunggu kepastian dan solusi dari pihak terkait. (/Jazzi)

