Halosumsel.com –
Rasa takut dan was-was nampak jelas bagi pasien Puskesmas Kelurahan 7 Ulu. Pasalnya atap plafon yang terbuat dari asbes di lantai dua jebol secara dadakan. Akibatnya, tiga peserta senam mengalami luka-luka. Tidak hanya itu, Lusi (45) warga 3-4 Ulu yang memang menderita penyakit jantung, pingsan seketika. Sementara pihak Puskesmas menganggap enteng kejadian ini, Rabu (4/1) pukul 09.00 WIB.
Diungkapkan Nitawani (56) menjelaskan, kejadiannya sebelum senam dimulai.
“Memang kami termasuk gelombang pertama, ada 60 orang ikut senam disini. Saat kejadian posisi saya sedang ada di tempat plafon itu roboh. Bukan hanya saya yang tertimpa runtuhan, tapi dua peserta lain dan dua cucu saya juga terkena. Saya sudah diobati betadine oleh pihak puskesmas, tapi cucu saya tidak, saya takut kenapa-kenapa di kepalanya. Bukan itu saja, sepertinya, perawat dan pegawai puskesmas ini anggap enteng dengan kondisi kita, paha dan kaki saya masih sakit dan memar, dia anggap tidak apa-apa, kompres saja dengan air hangat,” jelas warga Jalan Tembok Baru Lorong Asem RT 22 RW 04 Kelurahan 9 – 10 Ulu saat dibincangi di lokasi.
Dikatakan Nitawani, temannya Lusi sempat pingsan.
“Dia memang di bawa ke ruangan. Setelah itu dipulangkan, katanya sudah sehat,” tandasnya kesal.
Menangapi kejadian itu, Kepala Puskesmas 7 Ulu, Dr Rustina membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pihaknya sudah mengambil langkah ovservasi untuk peserta senam lansia yang terluka atas musibah itu.
“Kebetulan saya ada disini, melihat ada yang terluka kami langsung periksa dan cek kesehatannya. Memang bangunan ini selesai akhir 2014 silam, kami tidak begitu mengerti kenapa bisa ambruk. Untuk menjelasi masalah ini, silakan langsung yang berkopeten,” ujar Rustina, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (4/1) pagi.
Dikatakan Rustina, tiga korban yang terluka akibat terkena reruntuhan atap, tidak terlalu parah.
“Korban hanya mengalami luka lecet dan itu tidak lebih dari tiga senti. Setelah dievservasi dan di cek kesehatannya, kami perbolehkan pulang. Untuk sementara senam lansia yang kami sarankan untuk para pasien yang mengalami sakit kronis di stop sementara,” tutupnya. (agustin selfy)

