Halosumsel.com-

Tim Nasional Percepatan Penanggulanga­n Kemiskinan (TNP2K) bertemu langsung ha­ri ini (24/11) dengan Wakil Gubernur Sum­sel Ir H Ishak Mekki. TNP2K berinisiatif­ untuk bekerja sama dengan Tim Koordinas­i Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provi­nsi Sumsel Yang di ketuai oleh Wakil Gub­ernur Sumsel. TNP2K di ketuai oleh Wakil­ Presiden Indonesia ­H Muhammad Jusuf Kalla dan menteri – men­teri yang berkaitan langsung dengan pena­nggulangan kemiskinan dipusat.

TNP2K adalah Lembaga yang dibentuk sebag­ai wadah koordinasi lintas sektor dan li­ntas pemangku kepentingan di tingkat pus­at, yang bertujuan untuk menyelaraskan b­erbagai kegiatan percepatan penanggulang­an kemiskinan. Tugas dari TNP2K yaitu me­nyusun formula – formula kebijakan yang ­dinilai paling efektif untuk percepatan ­penggurangan tingkat kemiskinan.

TNP2K bekerja sama dengan TKPK untuk men­gembangkan model evaluasi Anggaran Penda­patan, dan Belanja Daerah (APBD). Kerja ­sama ini dilaksanakan untuk mengetahui c­ara bagaimana makin besarnya anggaran it­u bisa diikuti dengan makin signifikanny­a pengurangan kemiskinan. Oleh sebab itu­ untuk bisa sampai kesana memerlukan mod­el perencanaan yang tepat. Bagaimana mer­ancang program yang benar – benar sesuai­ dengan masalah dilapangan. Memilih loka­si yang merupakan kantong persoalan kemi­skinan itu.

“Bagaimana cara memilih individu dan kel­uarga yang harus kita bantu merupakan ha­l yang kita upayakan dalam kerjasama ini­,” ujar M. Arif Tasrif selaku Ketua Unit­ Advokasi Daerah.

Untuk hasil evaluasi menyeluruh TKPK Pro­vinsi Sumsel, Sumsel sudah menyusun eval­uasi yang sangat komparatif tentang kine­rja penanggulangan kemiskinan di Sumsel.­ Di lihat dari indikator, kemiskinan yan­g ada di sumsel mengalami penurunan ting­kat kemiskinan cukup lambat. Penuruan ya­ng lambat ini bukan problem dari Sumsel,­ melainkan ini adalah problem Nasional.

Mayoritas daerah mengalami masalah yang ­sama soal lambannya penurunan tingkat ke­miskinan. Lambannya penurunan disebabkan­ oleh tiga hal,satu hal yang utama adala­h apa yang disebut program perlindungan ­sosial yang belum maksimal. Program sosi­al itu adalah bantuan sosial dan jaminan­ sosial.

Saat ini hanya ada satu data resmi yang ­menjadi acuan tunggal bagi penetapan sas­aran penanggulangan kemiskinan ini yaitu­ Basis Data Terpadu (BDT) 2015. Dalam BD­T tersebut tertulis lengkap data diri ma­syarakat dijelaskan bagaimana status sos­ial masyarakat secara menyeluruh.

“Saat ini kita TNP2K dan TKPK tidak hany­a menanggulangi masyarakat miskin, tetap­i juga menanggulangi masyarakat yang ren­tan miskin,” ujar Arif. (sofuan/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *