Muara Enim,HS-
Audiensi Plt bupati Muara Enim bersama Persatuan Wartawan Indonesia Muara Enim terkait pinjam pakai kantor sebagai sarans kesekretariatan, berlangsung di ruang rapat Pangripta Sriwijaya Bappeda Muara Enim selasa (5/11/19) belum menghasilkan kepastian dan dipastikan PWI Muara Enim masih tetap berkantor di jalanan.
Diawal paparannya kepada Plt Bupati H Juarsah,SH. Ketua PWI Muara Enim, Siswanto,SE SH menyebut hingga saat ini PWI Sebagai organisasi mitra Pemerintah belum memiliki sarana kantor atau sekretariat. Hal ini perlu karena di seluruh daerah dalam wilayah Sumatera Selatan telah memiliki kantor bahkan ada yang sudah menjadi milik PWI Kabupaten/Kota lainnya.
Selanjut nya disampaikan pula oleh Siswanto bahwa usulan dana Hibah tahun 2020 yang telah diajukan oleh PWI, diduga di cancel atau dicotet sehingga berbagai kegiatan seperti layak nya dua tahun lalu nyaris tidak akan terlaksana.urai Siswanto.
Masih dikatakan Siswanto bahwa dari hasil rapat beberapa hari yang laku dan diselaraskan dengan kebijakan PWI Pusat dan Provinsi bahwa tiap daerah dalam dalam kabupaten kota agar dibentuk PWI Peduli. Dan Alhamdulillah PWI Peduli sudah kita bentuk pengurusnya.
Sementara di bidang lain. PWI tetap akan Bersinergi dengan Pemkab Muara Enim di berbagai bidang. Seperti talk show, lomba menulis karya jurnalis bersama perusahaan dan ini perlu bet sinergis dengan dinas instansi tegas nya.
Plt bupati Muara Enim H Juarsah,SH menyampaikan apresiasi kepada PWI Muara Enim, dikatakannya bahwa rencana usulan sekretariat disalah satu rumah dinas milik Disdukcapil tentu akan kita koordinasi kan terlebih dahulu, karena penggunaan aset ini kita harus lebih hati hati ujar Juarsah.
Terkait usulan dana hibah yang telah di usulkan. Nanti akan kita pelajari dan di usul kan dalam Anggaran Belanja Tambahan ABT jelas Juarsah.
Menyikapi singkatnya pertemuan dan tidak adanya hasil dari pertemuan tersebut beberapa anggota PWI yang hadir menyayangkan pertemuan tersebut,
Ditegaskan bahwa setiap tahunnya PWI sebagai organisasi resmi memiliki banyak kegiatan yang juga di back up oleh pemerintah, hak sangat bertolak belakang dengan apa yang kita dengar barusan dari plt bupati. Yang terkesan bahwa Muara Enim seakan tidak butuh dengan PWI ungkap para peserta rapat. (Jazzi)

