Banyuasin, HS-
Kunjungan Bupati Banyuasin H Askolani ke Jordania di Institut Ahwan Jordania beberapa waktu lalu membuahkan hasil yang positif untuk masyarakat Bumi Sedulang Setudung.
Usai dari kunjungan itu, rupanya gayung bersambut, Bupati Banyuasin Askolani kedatangan tamu dari Direktur Institut Ahwan Jordania Dr Khalid Akhmad Bani Umar yang rencananya akan bekerjasama pembangunan rumah tahfidz di Banyuasin.
Bupati Banyuasin H Askolani menyebut akan menjalin kerjasama dengan Institut Ahwan dengan mengirimkan para ustadz-ustadzah untuk belajar Tahfizd Al-Quran dengan cepat mengunakan metode yang baru.
Proses belajar mengajar Tahfidz Al-Quran yang diterapkan disana berbeda jauh dengan dilakukan Rumah Tahfizd di Sumsel . Ada tiga pembelajaran diantaranya menghafal Al-Quran, memaknai Al-Quran dan berbahasa arab.
“Kita tahun ini akan mengirim 20 orang ustadz-ustadzah ke Jordania untuk belajar,”ujar Askolani Bupati Banyuasin, dalam kunjungannya bersama Direktur Institut Ahwan Jordania ke Ponpes Nurul Iman Desa Ujung Tanjung Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin, Rabu (27/2).
Dirinya menyeruhkan, para ustadz-ustadzah di Ponpes yang ada di Banyuasin dapat mengembangkan proses belajar mengajar Tahfidz Al-Quran dengan metode yang cepat.
“Kita berharap santri-santri nanti bisa mengaktualisasi Al-quran dengan cepat, dan ponpes-ponpes di Banyuasin lebih berkembang,”harapnya.
Askolani juga serius akan memberikan pasilitasi untuk Ponpes Nurul Iman supaya lebih baik lagi kedepannya sehingga proses belajar mengajar bisa fokus.
Kunjungan Bupati dan Dr Khalid ke Ponpes Nurul Iman di sambut baik K. H Balian selaku pendiri Pondok Pesantren Nurul Iman dengan bertekad untuk memberikan program Tahfiz Quran bekerjasama dengan Institut Ahwan dari Jordania.
“Ungkapan terima kasih kami atas kunjungan Bupati Banyuasin dan Direktur Institut Ahwan dari Jordania Dr KH, ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami , semoga niat baik kita semua di berikan keberkahan.” Katanya dalam sambutan yang diwakili putranya Ustadz Rihal
Sementara, Direktur Institut Ahwan Jordania Dr Khalid dalam sambutannya bahwa niat baik jangan ditunda-tunda dan jangan berleha-leha segerahkanlah.
“Kita jangan sering berleha-leha, gunakanlah waktu selagi ada, gunakan lah ilmu karena ilmu akan kekal, makan bisa habis, harta binasa, jabatan hilang tapi ilmu akan terus mengalir bila diamalkan, mudah-mudahan kalian yang sedang belajar di sini akan bisa pergi ke Jordania negara kedua kalian,” Ucapnya. Dodi

