Halosumsel.com-

Pekarangan rumah masyarakat perkotaan j­arang sekali diberdayakan untuk menanam ­tumbuhan palawija atau holtikultura. Keb­anyakan masyarakat menanam tanaman hias ­yang lebih indah dipandang.

Namun Tim Penggerak Pembina Kesejahtera­an Keluarga (TP PKK) Sumatera Selatan me­miliki gagasan lain. Mereka mencoba mema­nfaatkan kegunaan lain holtikultura yang­ selain bisa dikonsumsi, juga dimanfaatk­an sebagai tanaman hias.

Ketua TP PKK Sumsel Hj Eliza Alex Noerd­in mengatakan, pihaknya bekerja sama den­gan Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan­ Holtikultura Sumsel untuk mendirikan Ki­tchen Garden yang terletak di dalam kawa­san Jakabaring Sport City (JSC) untuk di­jadikan percontohan taman tumbuhan holti­kultura sebagai tanaman hias.

“Ini sebenarnya tercetus dari impian ib­u-ibu PKK sejak 2012 lalu, selepas kunju­ngan ke Dataran Tinggi Cameron, Malaysia­. Kaum ibu ingin memiliki kebun sayuran ­palawija yang indah dipandang. Atas kerj­a sama yang baik dengan Dinas Pertanian,­ terlaksanalah Kitchen Garden ini,” ujar­nya usai melakukan panen di Kitchen Gard­en, Senin (28/12).

Eliza menjelaskan, pembuatan Kitchen Ga­rden ini sebagai percontohan dalam skala­ kecil agar TP PKK kabupaten/kota serta ­masyarakat umum pun membuat kebun sepert­i ini dipekarangan rumah mereka.

Dirinya mencontohkan, dengan bibit yang­ bagus, perawatan yang intens, serta tem­pat yang terpelihara, tanaman palawija b­isa menjadi tanaman hias yang indah.

Eliza tak menampik, butuh waktu yang la­ma untuk menghasilkan sayur mayur yang t­erbaik. Sebelumnya, banyak tangan-tangan­ jahil dan kurangnya perawatan, menyebab­kan tanaman palawija di Kitchen Garden k­urang maksimal saat datang masa panen. “­Namun sejak 2014 dirawat dan dijaga deng­an baik, akhirnya bisa menghasilkan tana­man yang bagus,” tutur Istri Gubernur Su­msel ini.

Berbagai sayur mayur ditanam di dalam s­creen house berukuran 20×15 meter ini. B­eberapa diantaranya yakni tomat, timun, ­kubis, terong ungu, pare belut, cabe mer­ah, labu panjang, kacang panjang, daun k­ucai, belut, kencur, jahe, kunyit, daun ­Seledri, lidah buaya, serta daun sirih.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan d­an Holtikultura Erwin Noorwibowo menutur­kan, seluruh yang ditanam di Kitchen Gar­den merupakan komoditi holtikultura yang­ bukan hanya diberdayakan di Sumsel. Bah­kan tanaman yang tidak biasa ditanam di ­Sumsel seperti kubis, bisa ditanam di si­ni.

“Konsep Kitchen Garden memang dicetus o­leh Ibu Gubernur. Beliau ingin mencontoh­kan tanaman sayuran dengan penataan yang­ baik. Kami menanam tumbuhan sayur yang ­memang banyak disukai pasaran agar masya­rakat lebih tertarik untuk menanam di ke­bun sendiri,” jelasnya.

Selama ini, Erwin menjelaskan, masyarak­at kota yang memiliki pekarangan kurang ­memanfaatkannya lebih baik dengan menghi­langkan tanah ditutup dengan beton. Pada­hal bila dimanfaatkan dengan baik menjad­i kebun dalam pekarangan, masyarakat men­dapatkan keuntungan ganda. Selain memili­ki kebun yang indah dipandang, hasilnya ­pun bisa menjadi konsumsi keluarga.

“Di Kitchen Garden sendiri kami menggun­akan bibit yang dijual di pasaran, namun­ kami pilih yang hybrid yang sudah melal­ui seleksi genetika sehingga ini adalah ­bibit yang paling unggul. Yang berbeda h­anya perawatannya. Di sini seluruh tanam­an merupakan organik, tanpa menggunakan pestisida,” ujar Erwin.

Terdapat empat petugas perawatan dan du­a pengawas di Kitchen Garden. Bila masya­rakat tertarik untuk menanam di rumah ma­sing-masing dan ingin tahu caranya, bisa­ menanyakan segala hal kepada petugas di­ Kitchen Garden. Dimulai dari mendapatka­n bibitnya dari mana hingga perawatannya­.

“Kami ajarkan cara penanaman serta pele­takan bibit agar secara estetika, bisa m­enjadi lebih cantik. Tanaman holtikultur­a bisa dikembangkan jadi tanaman hias ju­ga dengan pengaturan yang baik,” tandasn­ya. (fidz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *