halosumsel-
Bios 44 sudah tak asing lagi didengar masyarkat Sumatera Selatan terkhusus di wilayah Kodam II Sriwijaya, sejak diperkenalkan tahun 2016, Bios 44 sudah menarik perhatian semua kalangan, Danrem 044/Gapo Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo mengatakan, Bios 44 akan dikenalkan seluruh Indonesia, kita sedang mengusulkan ke Mabes AD untuk menyetujui penggunaan Bios 44 diseluruh wilayah Indonesia terkhusus di Kodam-Kodam se Indonesia, hal ini diungkapkan Kunto beberapa waktu lalu di Makorem 044/Gapo Palembang
Dikatakan Kunto,” Jika disetujui oleh Mabes TNI, kita siap untuk membantu seluruh petani di Indonesia untuk menggunakan Bios 44, Inovasi ini sudah dirasakan langsung oleh masyarakat,ini untuk kebaikan seluruh masyarakat Idonesia, sangat membantu sekali petani, Bios bisa digunakan untuk perkebunan , pertanian dan merestorasi lahan Gambut,’ Ungkap Kunto
Untuk itu Danrem mengintruksikan utuk menyebar Bios 44 tersebut,kita sudah melakukan penaburan Bios 44 dilahan gambut, dalam Bulan Febuari –Maret ini, sudah terealisasi sekitar15 hektar dilahan gambut, menghabiskan 700 liter Bios 44, kedepan ini terus kita lakukan dengan melibatkan banyak pihak baik perusahan dan masyarakat, “ bios ini selain mencegah kebakaran hutan, juga berfungsi untuk menyuburkan tanah”.
kehadiran BIOS 44 sepertinya menjadi dewa penolong bagi petani, ditengah petani mengalami kesulitan pupuk dan pestisida, karena harganya yang sangat mahal serta selalu langka.
Selama ini hampir semua petani mengandalkan pestisida dan pupuk untuk menjaga kesuburan tanah dan menghalau hama penyakit tumbuhan. Tidak sedikit biaya yang dikeluarkan untuk memberi pupuk dan pestisida, tidak jarang pula mereka mendapatkan pestisida yang palsu.
Persoalan seperti ini bukannya menjadikan petani makin kaya, tetapi malah jatuh miskin. Sehingga tidak heran banyak anak muda sekarang enggan menjadi petani karena dinilai tidak bisa tidur nyenyak karena harus menjaga kesuburan tanah dan mengahalau hama.
Lebih dilemanya lagi disaat petani membutuhkan pupuk dan pestisida barang tersebut menjadi langka, dan kadang menjadi mahal sehingga petani makin menjerit. Mereka seperti hidup dalam berjudi mencari solusi untuk bisa mempertahankan kehidupan.
Persoalan yang dihadapi petani inilah coba dicari teknologi alternatif yang lebih memberikan keamanan, kenyamanan dan berkelanjutan bagi petani, konsumen maupun masyarakat.
Keunggulan BIOS 44 ini salah satunya mengatur PH tanah melaui proses pengembangan dan aplikasi teknologi. BIOS 44 ini memiliki fungsi menjaga struktur tanah.
Bukan hanya itu kelebihan produk BIOS 44, yang lebih menariknya BIOS 44 bisa menjadi produk andalan dalam mencegah kebakaran lahan dan hutan. Ini sudah dibuktikan pada kebakaran lahan dan hutan di tahun 2016 lalu.
“Produk ini akan diproduksi dengan masal sehingga kedepan dapat menjadi produk andalan untuk membantu kesejahteraan pada petani,” ujar Kolonel Kunto Arif Wibowo.
Banyak kelebihan BIOS 44 ini, dari beberapa pencobaan terhadap lahan eks tambang batubara di Lahat, dapat menurunkan PH dibekas galian tambang tersebut. Bahkan hasil ujicoba ini telah menarik minat pemerintah Maroko dengan mengundang Danrem 004 GAPO.
Menurut Kunto banyak permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat, tetapi kita harus coba menanggulangi permasalahan itu salah satunya dengan meningkatkan tahap hidup masyarakat melalui pertanian. Keamanan pangan sangat penting untuk selalu dijaga dengan berkelanjutan sehingga tercapainya swasembada.
“Solusi ini yang coba kita cari untuk mempertahankan pertanian, bagaimana meningkatkan produksi yang saat ini terus menurun, dan mengeluarkan perekonomian yang sedikit serta ramah lingkungan. Tentunya dengan menggunakan teknologi. Dan BIOS 44 inilah teknologi yang sederhana dan ekonomis,” jelas Kunto.
Prajurit TNI yang selama ini selalu dekat dengan rakyat, merasa terpanggil dengan mengajak para peneliti untuk bisa memberikan sumbangsihnya pada pertanian dan alam.
Selama ini memang telah banyak hasil penelitian untuk meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi tidak pernah sampai langsung ketangan petani sehingga hasil penelitian tersebut hanya terhenti dimeja saja.
“Dengan BIOS 44 ini kami ingin benar-benar petani dapat merasakan langsung manfaatnya. Bukan hanya petani sendiri tetapi juga semua masyarakat, BIOS 44 seperti sahabat selalu ada jika dibutuhkan,” tegasnya.
Dikatakan Kunto,”Secara ekonomis dapat menguntungkan bagi para petani , penghematan pupuk organik dan kimia, kita dari koramil Bayung Lincir, menyiapkan bios 44, bagi masyarakat yang tidak mampu untuk penyebaran dan penyemprotan dilahan mereka, supaya masyarakat dapat memanfaakan bios untuk menyuburkan tanamannya,
Ia juga menambahkan, Menyikapi musim kemarau yang akan datang, kita tidak henti-hentinya mengajak masyarakat menjaga lingkungan, dengan mensosialisasikan himbauan berupa pemasang bener, dilokasi umum yang dapat dilihat dan dibaca masyarakat agar tumbuh kesadaran menjaga lingkungan dari kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla).
Serta kesadaran untuk disiplin, salah satu pencegah tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan yang diakibatkan kelalaian, didalam ketidak disiplinan, terutama bagi para perokok agar tidak membuang putung rokok tidak sembarangan tempat, bebernya.Lebih lanjut Danrem 044/Gapo menyampaikan kegiatan penebaran BIOS 44 ini merupakan upaya TNI khususnya Korem 044/Gapo dalam membantu tugas Pemda dalam mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat. Hal ini merupakan salah satu wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial TNI AD dan sebagai implementasi dari jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang dan tentara profesional yang selalu manunggal dengan rakyat, “terangnya
Produktifitas memakai bahan Bios 44 kini semakin dirasakan luas oleh penggunanya baik pemerintah maupun masyarakat, mulai dari menetralisir kadar asam air, peningkatan produktifitas hasil perkebunan dan pertanian, membuat lahan eks tambang menjadi layak ditanami, hingga diarasa mampu membuat air kolam pemeliharaan ikan tetap bersih tanpa harus mengganti secara rutin dan hasil budidaya ikannya pun meningkat.
berikut beberapa tertimon masyarakat yang sudah menggunakan Bios44 Rahman yang merupakan warga Desa Sukajadi Kec. Talang Kelapa Kab. Banyuasin Sumatera Selatan, mengaku sebelumnya ia hanya menggunakan bahan dari luar untuk proses pemeliharaan ikan dikolamnya yang berjumlah 14 petak, dengan luas seluruhnya sekitar 1 hektar, namun setiap beberapa hari sekali ia harus mengganti airnya karena sudah kotor. Seteleh menggunakan Bios 44, dirinyapun merasa kaget karena air dikolam ikan miliknya tidak perlu diganti secara terus menerus, lalu ikannya juga menjadi cepat besar dan sehat, sehingga hasil produksi yang selama ini terbatas, kini bisa dipastikan terus meningkat.
Dikatakan Rahman,”Saya juga kaget pakai Bios 44 itu ternyata mampu menetralisir air kolam ikan tanpa harus menggantinya setiap waktu, karena kalau sebelumnya saya harus mengganti air setiap waktu, kalau tidak ikan akan mati karena airnya kotor, tapi sekarang tidak lagi,” Ujar nya
Tidak hanya itu, setelah terbukti menggunakan Bios 44 dapat menjaga air tetap bersih, Rahman juga mengembangkan penggunaan Bios 44 untuk dicampurkan dalam pakan ikan, alhasil pakan dapat habis dimakan hingga tidak tersisa lagi. Dan setelah dihitung-hitung selama pemeliharaan ikan selama + 6 bulan dengan menggunakan Bios 44 ini dapat menghemat biaya pakan hingga 30% – 40%.
“Setelah pakan ikan saya campur dengan Bios 44, ikan makan dengan lahap dan cepat habis hingga tidak tersisa serta ikan-ikan cepat besar, yang biasa panen dalam sekilo 3-4 ekor, kini hanya 2-3 ekor. Dan selama 6 bulan biasa menghabiskan biaya pakan sampai 20 juta, kini biaya yang saya keluarkan tidak sampai 13 juta rupiah,” terang Rahman.
Lebih lanjut Rahman menyampaikan bahwa, saya beserta warga lainnya yang tergabung dalam kelompok tani ikan Desa Sukajadi mengucapkan terima kasih kepada Korem 044/Gapo yang telah memberikan Bios 44, sehingga hasil perikanan kami dapat meningkat, dan kesejahteraan masyarakat Desa Sukajadi turut meningkat pula, “pungkas nya
Senada dengan Rahman, Bambang petani karet di Desa Pedamaran Kec. Pedamaran Kab. Ogan Komering Ilir (OKI) pada lahan kebun karet miliknya sekitar 1 kapling (2 hektare).
Pada awalnya Bambang mengenal Bios 44 berkat penyuluhan dari Babinsa Koramil 402-02/Pedamaran Sersan Sutrasno di Desanya yang diikuti oleh para petani karet di wilayah tersebut. Dalam keterangannya, Sersan Sutrasno menjelaskan bahwa ide awal munculnya Bios 44 yang diciptakan Korem 044/Gapo adalah dalam rangka mencegah kebakaran di lahan gambut yang sering terjadi di wilayah Sumsel, kali ini Bios 44 telah berkembang yang bisa digunakan untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan digunakan untuk mengurai tanah tandus bekas tambang menjadi lahan subur.
Usai menerima sosialisasi oleh Babinsa, para petani karet dari Desa Pedamaran mendapat bantuan Bios 44 dari Korem 044/Gapo masing-masing petani mendapat dua jirigen termasuk Bapak Bambang, Bios 44 tersebut disemprotkan disekitar batang karet miliknya hingga merata. Setelah beberapa hari karet miliknya terlihat ada perubahan, dimana daunnya terlihat hijau dan rimbun, batang kuat serta getah yang dihasilkan meningkat. “Na ini hasilnya nian pak, terbukti terlihat daun karet hijau dan rimbun, batang subur dan getah meningkat, yang semula sebelum pakai Bios 44 sekali takok hanya seperempat mangkuk perbatang, kini setelah pakai Bios 44 sekali takok getahnya nyampai setengah mangkok,” ungkap Bambang.
Selain itu Dinas Pertanian Kab. Bangka Induk dengan menggunakan pH Meter Digital yaitu alat yang digunakan untuk mengukur tingkat keasaman tanah terhadap lahan reklamasi bekas tambang timah PT. ADT Mitra Abadi Lingkungan Jelitik Sungai Liat dan lahan persawahan bekas tambang di Desa Matras Kec. Sungai Liat Kab. Bangka Induk Prov. Babel yang telah diberi BIOS 44 pada beberapa waktu yang lalu menunjukkan hasil positif.
Pada hasil penelitian tersebut menunjukkan perkembangan yang siknifikan yaitu pada lahan reklamasi PT. ADT Mitra Abadi Lingkungan Jelitik Sungai Liat pH tanah sebelum diberi BIOS 44 menunjukkan angka 5,03, setelah satu minggu pH-nya berubah menjadi 5,63 dan pada minggu kedua pH-nya meningkat menjadi 6,03. Begitu juga hasil yang tunjukkan pada lahan persawahan bekas tambang di Desa Matras Kec. Sungai Liat Kab. Bangka Induk yaitu pH tanah sebelum diberi BIOS 44 pada angka 5,37, perubahan pada minggu pertaman pH-nya menjadi 5,63 dan pada minggu kedua pH-nya meningkat menjadi 6,07.
Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa BIOS 44 yang merupakan hasil karya Korem 044/Gapo dapat dijadikan sebagai bahan alternatif utama untuk mereklamasi lahan bekas tambang menjadi lahan produktif yang dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian dan perkebunan maupun perikanan.
Sebelumnya penggunaan BIOS 44 ini juga telah dilakukan penelitian pada lahan bekas tambang batu bara PT. Bukit Asam Kab. Lahat maupun pada lahan pertanian dan kolam ikan di lahan gambut wilayah Banyuasin, Ogan Ilir maupun di wilayah OKI, dilahan ini juga menunjukkan hasil yang positif dan akhirnya dapat meningkatkan hasil pertanian yang semula satu hektare lahan hanya dapat menghasilkan 3 – 4 Ton Gabah, kini setelah diberi BIOS 44 hasilnya sampai 6 Ton lebih Gabah. Begitu juga pada kolam ikan lahan gambut yang semula banyak bibit ikan mati, setelah ditebar BIOS 44 ikan tidak ada yang mati dan hasil meningkat.
Pada mulanya BIOS 44 hasil inovasi Korem 044/Gapo yang ramah lingkungan ini dibuat bertujuan sebagai bahan alternatif untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan gambut yang sering terjadi pada musim kemarau khususnya di wilayah Sumsel. Dengan makin adanya inisiatif untuk pengembangan, akhirnya saat ini BIOS 44 dapat digunakan pada sektor pertanian, perkebunan dan perikanan.
Dengan adanya pengembangan disektor ini, maka Korem 044/Gapo terus berupaya melakukan penebaran BIOS 44 ke seluruh wilayah Sumatera Selatan dan kini telah merambah ke wilayah Bangka, hal ini dilakukan sebagai upaya TNI khususnya Korem 044/Gapo dalam membantu tugas Pemerintah dalam mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat dan merupakan salah satu wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial TNI AD serta sebagai implementasi dari jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang dan tentara profesional yang selalu manunggal dengan Rakyat. (sofuan)

