Halosumsel-
Kehadiran BIOS 44 sepertinya menjadi dewa penolong bagi petani, ditengah petani mengalami kesulitan pupuk dan pestisida, karena harganya yang sangat mahal serta selalu langka.
Selama ini hampir semua petani mengandalkan pestisida dan pupuk untuk menjaga kesuburan tanah dan menghalau hama penyakit tumbuhan. Tidak sedikit biaya yang dikeluarkan untuk memberi pupuk dan pestisida, tidak jarang pula mereka mendapatkan pestisida yang palsu.
Persoalan seperti ini bukannya menjadikan petani makin kaya, tetapi malah jatuh miskin. Sehingga tidak heran banyak anak muda sekarang enggan menjadi petani karena dinilai tidak bisa tidur nyenyak karena harus menjaga kesuburan tanah dan mengahalau hama.
Lebih dilemanya lagi disaat petani membutuhkan pupuk dan pestisida barang tersebut menjadi langka, dan kadang menjadi mahal sehingga petani makin menjerit. Mereka seperti hidup dalam berjudi mencari solusi untuk bisa mempertahankan kehidupan.
Persoalan yang dihadapi petani inilah coba dicari teknologi alternatif yang lebih memberikan keamanan, kenyamanan dan berkelanjutan bagi petani, konsumen maupun masyarakat.
Melihat kesulitan ini para prajurit TNI dari Korem Garuda Dempo (GAPO) Kodam II/ Sriwijaya dibawa pengawasan langsung Kolonel Inf Kunto Arif Wibowo menemukan hasil riset terhadap teknologi pertanian yaitu BIOS 44.
Keunggulan BIOS 44 ini salah satunya mengatur PH tanah melaui proses pengembangan dan aplikasi teknologi. BIOS 44 ini memiliki fungsi menjaga struktur tanah.
Bukan hanya itu kelebihan produk BIOS 44, yang lebih menariknya BIOS 44 bisa menjadi produk andalan dalam mencegah kebakaran lahan dan hutan. Ini sudah dibuktikan pada kebakaran lahan dan hutan di tahun 2016 lalu.
“Produk ini akan diproduksi dengan masal sehingga kedepan dapat menjadi produk andalan untuk membantu kesejahteraan pada petani,” ujar Kolonel Kunto Arif Wibowo.
Banyak kelebihan BIOS 44 ini, dari beberapa pencobaan terhadap lahan eks tambang batubara di Lahat, dapat menurunkan PH dibekas galian tambang tersebut. Bahkan hasil ujicoba ini telah menarik minat pemerintah Maroko dengan mengundang Danrem 004 GAPO.
Menurut Arif banyak permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat, tetapi kita harus coba menanggulangi permasalahan itu salah satunya dengan meningkatkan tahap hidup masyarakat melalui pertanian. Keamanan pangan sangat penting untuk selalu dijaga dengan berkelanjutan sehingga tercapainya swasembada.
“Solusi ini yang coba kita cari untuk mempertahankan pertanian, bagaimana meningkatkan produksi yang saat ini terus menurun, dan mengeluarkan perekonomian yang sedikit serta ramah lingkungan. Tentunya dengan menggunakan teknologi. Dan BIOS 44 inilah teknologi yang sederhana dan ekonomis,” jelas Kunto.
Prajurit TNI yang selama ini selalu dekat dengan rakyat, merasa terpanggil dengan mengajak para peneliti untuk bisa memberikan sumbangsihnya pada pertanian dan alam.
Selama ini memang telah banyak hasil penelitian untuk meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi tidak pernah sampai langsung ketangan petani sehingga hasil penelitian tersebut hanya terhenti dimeja saja.
“Dengan BIOS 44 ini kami ingin benar-benar petani dapat merasakan langsung manfaatnya. Bukan hanya petani sendiri tetapi juga semua masyarakat, BIOS 44 seperti sahabat selalu ada jika dibutuhkan,” tegasnya. (sofuan)


