Halosumsel.com-
Budayawan Daerah Godok Identitas Pakaian Tradisional Palembang
Semakin banyaknya bentuk pakaian tradisional di Palembang membuat ciri khas pakaian adat kota pempek ini menghilang jati dirinya. Untuk itu, para budayawan dan peneliti sedang menggodok kembali jati diri pakaian tradisional Palembang yang menjadi icon budaya daerah.
Hal ini diungkapkan oleh Ali Hanafiah, Kepala Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang. Ada banyak bentuk pakaian daerah Palembang, sehingga ciri khasnya menghilang.
“Kita (budayawan dan peneliti) sedang menggodok untuk menetapkan pakaian Palembang biar ada keseragaman, baik bentuk dan cara pemakaiannya. Karena banyak perkembangannya, terlebih selama 10 tahun ini, jadi identitas Palembang yaitu pakaian tradisionalnya hampir hilang,” ujarnya Rabu (23/12/2015).
Seperti topi tanjak yang menjadi ciri khas pakaian pria, saat ini bahkan sudah ada 15 jenis tanjak yang terus berkembang. Bahkan, satu lembar kain tanjak bisa dibentuk jadi empat ikatan tanjak. Padahal, dari asal muasal topi tanjak, satu lembar kain tanjak, hanya dipergunakan untuk satu jenis ikatan saja.
Lalu, bentuk baju dan cara pemakaiannya juga semakin banyak bentuk. Bahkan jenis songket Palembang yang asli harus bersaing dengan songket meteran yang motifnya hampir sama. Untuk itu, para budayawan dan peneliti terus berusaha agar bisa mengembalikan jati diri Palembang ke semula.
“Selama 10 tahunan ini sudah semakin hilang identitas pakaian tradisional Palembang. Kita akan merumuskan agar ada satu busana ditetapkan sebagai pakaian tradisional Palembang. Kita juga mengacu dengan pakaian tradisional Palembang sebelumnya. Jadi, dengan mengembalikan identitas pakaian tradisional Palembang, dapat kembali mengenalkan kepada generasi muda akan salah satu ciri khas daerah,” lanjutnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang bekerja sama dengan Museum SMB II Palembang memamerkan 40 jenis busana songket Palembang.
“Ada 40 busana berbahan songket yang pernah digunakan dari tempo dulu sampai sekarang, salah satunya seperti haisan gede, pak sangko, kebaya pendek, senting kuda(nge)
