Halosumsel.com-
Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian SH (7/3) sekitar pukul 10.30 wib membuka Musabaqah Tilawatil Qur,an (MTQ) tingkat Kabupaten Banyuasin di Masjid Al Muhajirin Desa Lalan Sembawa Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin yang ke 7 tahun 2016.
Bupati meminta, tahun 2016 ini harus beda dengan tahun lalu, dua kalau tahun yang lalu Banyuasin hanya mendapat peringkat 8 besar, namun tahun ini harus 3 besar.
“Saya bangga dengan teknis penyelenggaraan acara MTQ, setiap tahun ada perbaikan, tetapi bagi saya ada yang kurang, karena target kita hanya sampai 8 besar, tahun ini harus bisa mencapai juara umum setidaknya 3 besar,” Tantang bupati.
Bupati minta Banyuasin harus bisa mencapai juara umum minimal 3 besar kalau bisa. Asal dengan cara yang jujur, bersih dari kesan yang subjektif.
Dikatakannya, sesungguhnya keikutsertaan MTQ kali ini dapat mendapat manfaat manfaat dalam upaya aktualisasi ajaran Agama Islam dalam kehidupan dimanapun berada.
Islam adalah agama rahmatan lil alamin, rahmat bagi seluruh alam. Islam yang tidak ada kaitannya dengan islam teroris dan teroris yang tidak ada kaitannya dengan Islam.
Bupati berharap MTQ kali ini melahirkan hafidz-hafidzoh, qori’-qori ah mufassir-mufassroh yang dapat diandalkan untuk menghadapi penyelenggaran MTQ tingkat Provinsi Sumsel pada Mei 2016 nanti di kabupaten Lubuk Linggau Sumsel.
Sementara Ketua Pelaksana MTQ ke 7 sekaligus Kabag Kesra kabupaten Banyuasin, A Mastur MSI saat dikonfirmasi seusai acara tetap optimis masuk 8 besar.
“Cabang yang kita optimis bisa juara yakni hifzil qur’an, Tafsir bahasa arab, dan beberpa cabang lainnya,” Jelas Kabag Kesra.
Adapaun jumlah peserta dari 19 kecamatan yang dianggarkan sebanyak 250 peserta namun setelah pendaftaran membeludag pesertanya bertambah menjadi 358 peserta.
Peserta terbanyak adalah dari Kecamatan Sembawa sebanyak 32 orang, sementara peserta paling sedikit adalah Air Saleh 8 peserta.
Terpisah Warga Banyuasin A. Rozi saat diwawancarai terkait target bupati Banyuasin mencapai juara umum mengatakan kalau tahun ini tidak optimis juara umum mengingat peserta Banyuasin sejujuran tidak nyater dari provinsi lain.
“Saya kurang optimis kita juara umum di MTQ Tingkat provinsi Sumsel karena di tingkat provinsi saingannya ketat, banyak pakar dan tentu yang perlu diwaspadai adalah peserta ‘migran’ dari luar provinsi seperti peserta KTP jawa,” ada-ada saja.(waluyo)

