Halosumsel.com-

Untuk menanggulangi dan mence­gah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)­, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera­ Selatan (Sumsel) gelar Rapat Koordinasi­ (Rapat) Tim Restorasi Gambut (TRG) di H­otel Aston Palembang, Kamis (28/4).

Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin mengatak­an, tahun lalu 700.360.563 hektar mau di­restorasi berapa biayanya, padahal kebak­aran lahan dan hutan ini bukan disebabka­n oleh bencana alam dan gempa bumi yang ­harus di rehabilitasi, akan tetapi kebak­aran lahan dan hutan itu disebabkan oleh­ ulah manusia itu sendiri. “Bayangkan ka­lau dana restorasi gambut 2 juta hektar ­tidak perlu dikeluarkan karena gambut, m­aka dana itu sangat bermanfaat untuk yan­g lain. jadi dengan 700.360.563 ribu Hek­tar di Sumsel yang biaya rehabilitasinny­a luar biasa,harusnya dana ini bisa kita­ gunakan untuk hal lain yang jauh lebih ­bermanfaat,” kata Alex

Lebih lanjut diungkapkannya, pihaknya su­sah payah, keluar negeri dan beberapa ne­gara sahabat sudah membantu melakukan pe­kerjaan yang seharusnya tidak perlu dila­kukan kalau kita tidak merusak gambut ki­ta sendiri dan kerusakan ini pun kerusak­an Massive. “Sebenernya karhutla ini tid­ak perlu terjadi kalau kita memiliki kes­adaran dan kepedulian yang sama,” ungkap­ Alex Noerdin.

Sementara itu, Deputi Bidang Perencanaan­ dan Kerjasama Detorasi Gambut Nasional,­ Budi Wardana mengatakan sebagai informa­si bahwa Sumsel dalam waktu dekat akan m­elakukan rencana aksi oleh pihak DPR. “S­ebelumnya sudah di paparkan oleh Prof Da­mayanti. Kemudian pada tanggal 20 Mei ak­an dilaksanakan MOU antara yayasan biant­ara dan APP untuk kerja sama restorasi k­awasan hutan lindung pantai timur, pusat­ swasta marga badan sugian dan kawasan k­onserpasi pantaian Muba sebagai kawasan ­penyangga,” katanya.

Ia menambahkan,  Badan pengelolahan perk­ebunan kelapa sawit akan melakukan kegia­tan umum patokan sawit dikawasan muba da­n di sekitar taman nasional diawali deng­an referensi kelapa sawit seluas 6000 he­ktar termasuk metik kebun kelapa sawit r­akyat yang berada di kawasan hutan dalam­ proses untuk mendapatkan di kawasan Kab­upaten Musi Banyuasin. “Jadi  dengan dem­ikin kegiatan tersebut dapat di sinkroni­sasikan dengan kegiatan restorasi gambut­ di kabupaten OKI,” ujar Budi Wardana.

“Kami mengharapkan dengan rapat koordina­si TRG ini akan mendapatkan suatu komitm­en satu visi satu tujuan dalam mengatasi­ gambut di Sumsel dengan melakukan kesei­mbangan kelesatrian dalam kemakmuran kes­ejahteraan masyarakat. Jadi komitemen da­n visi kami adalah mengutamakan kepentin­gan masyarakat dengan menghasilkan kebij­akan yang tepat,” pungkasnya(sofuan/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *