Halosumsel-
Bertempat di Gedung AEKI Jln. Diponegoro Kota Palembang dilaksanakan acara Silahturahmi antara Dandim 0418/Palembang Letkol Inf Romas Herlandes, SE., M.Si., M.M. dengan OKP (Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda), Ormas (Organisasi Masyarakat) serta Awak Media yang ada di Kota Pelembang.
Kegiatan yang dihadiri sekita 200 orang ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 13 Juni 2017 Pukul 16.20 WIB dengan maksud sebagai ajang silaturahmi antar sesama agar saling mengenal yang dikemas dalam acara Ngabuburit (menunggu berbuka puasa).
Dalam acara ini Dandim 0418/Palembang menyampaikan paparan tentang Wawasan Kebangsaan kepada tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut, Ia mengatakan rentannya provokasi dan adu domba saat ini dengan berbagai isu yang disebarkan, haruslah dapat dicegah, terlebih dengan isu-isu mengatasnamakan agama yang disebar pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, dengan tujuan untuk memecah bela NKRI. Karena, isu agama menjadi senjata ampuh bagi negara luar untuk memecah belah keutuhan NKRI.
Menyikapi hal tersebut Kodim 0418/Palembang mengantisipasinya dengan mengajak organisasi kepemudaan, organiasai masyarakat dan awak media maupun komponen masyarakat lainnya untuk terus menjaga keuntuhan NKRI. Saat ini sudah banyak buktinya, dengan provokasi dan adu domba yang digunakan bisa memecah belah bangsa yang besar sekalipun. Banyak, bangsa-bangsa seperti Suriah, Irak, Uni Soviet dan lainya pecah, karena adu domba yang dibuat bangsa lain bisa mempengaruhi rakyatnya.
“Tak ada Islam, bukan Indonesia. Tak ada Kristen, bukan Indonesia. Tak ada Hindu, bukan Indonesia. Tak ada Budha, bukan Indonesia. Tak ada kepercayaan, bukan Indonesia. Yang Artinya, Indonesia bukan milik satu agama. Indonesia bukan milik satu golongan.Indonesia milik kita bersama,” ujar Dandim 0418/Palembang.
Negara-negara besar yang ada di dunia saat ini, sengaja menyebar adu domba dan provokasi dengan isu dengan tujuan agar Indonesia dapat dipecah belah. Bila Indonesia telah terpecah belah, maka pulau-pulau yang menjadi pecahan Indonesia akan dibagi-bagi berdasarkan keinginan dari negara-negara besar tersebut.
Terlebih, Indonesia dianggap negara yang memiliki banyak kekayaan sehingga selalu menjadi incaran negara lain untuk dikuasai. Dari itulah, sejak saat ini diharapkan semua lapisan masyarakat sebagai penerus bangsa untuk bersama-sama menjaga keutuhan NKRI. Jangan mudah termakan provokasi dan isu-isu yang sengaja disebar untuk memecah bangsa.
“Jangan mudah termakan provokasi dan isu-isu yang sengaja disebar untuk memecah bangsa, dengan menggunakan adu domba agama yang sangat mudah digunakan sebagai alat pemecah belah bangsa. Besar tidaknya bangsa, kembali lagi ke jati diri negara. Indonesia kedepan bisa menjadi negara besar, negara adi daya bila tidak termakan provokasi dan adu domba yang disebar negara lain. Jadi kita semua harus berkomitmen, menjaga keutuhan NKRI,” pungkasnya.
Sementara respon yang disampaikan oleh tamu undangan yaitu Bapak Soni Dosen Poltek Unsri, bahwa apa yang telah diberikan Kodim 0418/Palembang sangatlah benar. Karena, saat ini banyak orang-orang yang sengaja menyebar isu untuk memecah belah Indonesia.
“Kami yang hadir memberikan apresiasi dengan kegiatan yang dilaksanakan ini. Kegiatan dan wawasan yang diberikan ini kami sarankan juga untuk diberikan kepada generasi muda mulai dari SD hingga SMA bahkan Universita, sehingga semuanya tahu betapa pentingnya keutuhan NKRI,” katanya.
Respon yang sama juga dari Paguyuban Pujasuma yang disampaikan oleh Bapak Untung Wijaya, ia sangat memberikan apresiasi dengan kegiatan yang dilaksanakan ini, karena kegiatan yang dilaksanakan sangat bermanfaat.
(sofuan)

