Halosumsel-

Plh Danramil 413-09/Sungailiat mendampingi bupati Bangka H. Tarmizi H. Saat  melakukan penanaman perdana padi sawah bekas tambang timah yang lama tidak dimanfaatkan. Minggu (26/03) di kelurahan Matras Kec. Sungailiat Kab. Bangka.
 
Kapten Inf M. Daud selaku Plh Danramil Sungailiat mendampingi Bupati Bangka dalam menjamu tamunya yakni Alumni STIPER Tahun 1983 selama melakukan wisata agro diwilayah Kabupaten Bangka diantaranya dalam kegiatan memanen sahang atau lada. Setelah memanen lada dilanjutkan dengan mengunjungi areal persawahan di kelurahan Matras. Sementara itu dalam kunjungan di Matras Sungailiat, para alumni diperkenalkan dengan cocok tanam Padi yang menggunakan lahan eks tambang timah yang juga merupakan binaan dari babinsa Koramil 09 Sungailiat yaitu Sersan Dua Nurahman.
 
Sebagai gambaran, bahwa lahan eks tambang timah sebetulnya sangat sulit untuk dikembangkan sebagai pertanian, apalagi untuk areal persawahan. Dibutuhkan keuletan dan modal nekad bagi petani yang mengolahnya. Namun berkat dorongan semangat Babinsa kelurahan Matras, para petani juga bersemangat untuk mengolah sawah di Matras. Walaupun tidak jarang mengalami kegagalan, tetap semangat.
 
Para Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Perkebunan angkatan Tahun 1983 tersebut juga melakukan penanaman Padi dilokasi tersebut bersama dengan Bupati Bangka, anggota Koramil 09 Sungailiat dan petani setempat.
 
Dalam dialog antara para petani, alumni Stiper Yogyakarta dan kepala dinas Pertanian, Bupati Bangka Tarmizi Saat menjelaskan, para petani yang ingin mengembangkan bercocok tanam ubi Kasesa dapat mengajukan kredit di Bank untuk mendapatkan dana modal sebesar Rp16 juta per/hektar melalui program Kebun Singkong Rakyat (KSR).
 
Program cetak Sawah di kabupaten Bangka juga bekerjasama dengan TNI, menurut Tarmizi dengan bantuan TNI dapat mencetak sawah yang banyak hingga 2200 hektar di kabupaten Bangka.
 
Ditambahkan Kepala Dinas Pertanian Kemas Arfani. Untuk mengajukan bantuan modal dalam program KSR melalui Bank harus memiliki kelompok tani yang mengajukan permohonan kredit, kemudian bank akan memferifikasi untuk melihat identitas yang mengajukan proposal ke bank seperti KTP dan Kartu keluarga sebagai dokumen bahwa yang bersangkutan merupakan warga kabupaten Bangka.
 
Terkait dengan keinginan petani mendapatkan bantuan irigasi, Alumni Stripet Lulu yang bertugas di Kementerian Pertanian menjelaskan, di Kementerian Pertanian terdapat bantuan pembuatan irigasi pertanian, perpompaan, asuransi pertanian untuk petani padi dan peternak sapi, namun saat ini alokasinya sudah berjalan untuk tahun 2017.
 
Untuk itu disarankan mengajukan proposal ke Kementerian pertanian guna diprogramkan pada tahun berikutnya.
 
Usai berdialog dengan para petani eks tambang timah di Matras, Bupati Bangka Tarmizi Saat memberikan bantuan sebesar Rp 2 juta untuk pembelian solar dan asbes sesuai permintaan petani.
 
Kelompok tani kelurahan Matras juga mendapatkan bantuan pinjaman hand traktor 2 buah dari Kodim 0413/Bangka untuk membantu para petani mengolah lahan sawahnya. (rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *