Halosumsel.com-
Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nuraini menghimbau kepada para faskes di Sumsel agar tidak tergiur dengan penawaran vaksin dengan harga yang lebih murah. Biasanya, vaksin palsu dijual jauh dari harga resmi dan dipasarkan perorangan. Jika penjualan vaksin palsu tidak disertakan faktur resmi dari distributor resmi, bisa jadi vaksin yang dijual sales freelancetersebut adalah vaksin palsu.
Ciri-ciri dari vaksin palsu sendiri memang tidak bisa diidentifikasi dengan mata telanjang, namun jika vaksin itu disuntikkan ke anak, tidak akan ada pengaruhnya terhadap kekebalan sang anak.
“Karena tidak ada kandungan apapun, jadi tidak akan membentuk kekebalan tubuh sang anak. Apalagi jika ada kandungan tertentu, pastinya sangat membahayakan bagi pasien. Tapi memang sulit mengidentifikasikannya jika hanya dilihat dari warna saja, karena pelaku berupaya untuk membuat warna vaksin semirip vaksin asli,”
ucapnya.
Hingga saat ini, tercatat ada 333 Puskesmas dan 65 Rumah sakit di Sumsel. Pihaknya juga masih menyisir ke klinik dokter anak, bidan dan apotek yang menyediakan vaksin untuk mengetahui kualitas dari vaksin yang disediakan tersebut. (sofuan)

