PRABUMULIH, Halosumsel– Sejumlah anggota DPRD Sumatera Selatan menggelar kunjungan reses ke SMKN 2 Prabumulih, Senin (16/2/2026). Dalam agenda penyerapan aspirasi masyarakat pada masa sidang V tersebut, para wakil rakyat mendengarkan langsung berbagai keluhan dunia pendidikan, mulai dari kekurangan ruang kelas, keterlambatan gaji PPPK, hingga minimnya fasilitas penunjang seperti jaringan internet.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Tanjung Menang, Kecamatan Prabumulih Selatan ini dihadiri oleh Ahmad Palo (PPP) Komisi III, M. Chandra (PKB) Komisi IV, Lury Elza Alex (Golkar) Komisi V, M. Muaz Arrizkzi (PKS) Komisi V, Ismail Khairul Pala (Demokrat) Komisi IV, serta Ganjar Iman dari Partai NasDem. Turut hadir mendampingi Kepala Sekolah SMKN 2 Prabumulih Zulkarnain, ST, MT dan Camat Prabumulih Selatan, Martin L.

1.044 Siswa, Kekurangan Lima Ruang Kelas

Dalam pemaparannya, pihak sekolah mengungkapkan bahwa saat ini SMKN 2 Prabumulih menampung 1.044 siswa dengan 38 rombongan belajar. Namun, jumlah tersebut tidak sebanding dengan ketersediaan ruang kelas. Sekolah masih kekurangan lima ruang kelas, sehingga sejumlah kegiatan belajar terpaksa memanfaatkan ruang laboratorium.

Kepala Sekolah Zulkarnain menjelaskan, lahan pendidikan seluas 11 hektare yang dikelola saat ini sebelumnya merupakan aset Pemerintah Kota Prabumulih. Setelah kewenangan pengelolaan SMA dan SMK beralih ke Provinsi Sumatera Selatan, lahan tersebut ditata ulang dan dibagi untuk kebutuhan SD, SMP, serta Balai Latihan Kerja (BLK).

Guru PPPK Keluhkan Kepastian Kontrak hingga Gaji

Persoalan tenaga pendidik turut menjadi sorotan dalam dialog tersebut. SMKN 2 Prabumulih memiliki sekitar 88 guru dengan status ASN, PPPK, honorer, dan guru paruh waktu.

Guru PPPK, Dani Rianti, menyampaikan kekhawatirannya terkait ketidakpastian perpanjangan kontrak. Ia berharap ada regulasi yang menjamin masa kerja hingga usia pensiun agar tenaga pendidik bisa lebih fokus mengajar tanpa dibayangi rasa was-was.

Selain itu, keluhan juga datang dari sisi kesejahteraan. Sejumlah guru menyoroti adanya potongan gaji untuk BPJS serta dugaan pungutan untuk seragam sekolah. DPRD meminta agar persoalan tersebut segera dilaporkan secara resmi untuk ditindaklanjuti sesuai aturan.

Jalan Rusak hingga Internet Lemot

Kondisi geografis turut menjadi tantangan tersendiri. Banyak siswa yang berasal dari wilayah Lubai, Rambang, dan pinggiran Prabumulih harus berangkat sejak pukul 05.30 WIB. Jalan berlubang dan rusak parah kerap memicu kecelakaan lalu lintas.

Pihak sekolah juga menyoroti lemahnya jaringan internet yang menghambat proses pembelajaran berbasis digital. Usulan peningkatan konektivitas pun disampaikan agar kegiatan belajar mengajar bisa berjalan lebih optimal.

Jurusan Unggulan Terkendala Peralatan

SMKN 2 Prabumulih memiliki sembilan jurusan unggulan, di antaranya Tata Boga (kuliner), Teknik Komputer dan Jaringan, Teknik Kendaraan Ringan, hingga percetakan dan desain. Jurusan kuliner dan printing bahkan telah menghasilkan produk karya siswa yang bernilai ekonomis.

Namun, keterbatasan peralatan praktik masih menjadi kendala. Untuk jurusan teknik sepeda motor misalnya, fasilitas yang tersedia masih didominasi motor konvensional, sementara kebutuhan industri saat ini mulai mengarah pada teknologi motor listrik.

Gagasan Sekolah Wisata dan Pertanian Modern

Tak hanya persoalan kekinian, pihak sekolah juga memaparkan sejumlah gagasan jangka panjang. Dengan latar belakang sungai dan lahan luas, SMKN 2 berencana mengembangkan konsep sekolah wisata berbasis alam. Gagasan seperti pembangunan kolam praktik, jembatan edukasi, hingga wahana flying fox sempat diajukan, namun mandek karena keterbatasan anggaran.

Potensi lain yang tengah dikembangkan adalah jurusan pertanian. Studi banding ke kawasan pertanian modern di Sembawa, Banyuasin, telah dilakukan untuk mengembangkan rumah kaca dan teknologi pertanian terkini.

DPRD: Gaji PPPK Prioritas, Perbaikan Jalan Segera Dikoordinasikan

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, anggota DPRD M. Chandra menyatakan bahwa persoalan PPPK telah dianggarkan dan akan menjadi prioritas. Ia juga berjanji akan mendorong perbaikan akses jalan dengan berkoordinasi bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional.

Ahmad Palo dari Komisi III menegaskan bahwa meskipun kondisi anggaran daerah sedang defisit, gaji dan tunjangan tenaga pendidik tetap menjadi prioritas utama. “Tidak akan ada pengurangan tenaga PPPK karena alokasi anggaran telah disetujui,” tegasnya.

Ia juga memotivasi sekolah untuk berani melakukan terobosan usaha mandiri, seperti mengembangkan unit produksi percetakan. Menurutnya, jika dikelola serius, potensi ini bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi sekolah.

Sementara itu, Lury Elza Alex menyatakan akan membawa persoalan jaringan internet ke tingkat paripurna dengan berkoordinasi bersama Komisi I DPRD Sumsel yang membidangi Komunikasi dan Informatika.

Kunjungan reses ini diharapkan menjadi langkah awal perbaikan sarana dan prasarana SMKN 2 Prabumulih. Dengan jumlah siswa besar dan potensi unggulan yang dimiliki, dukungan fasilitas dinilai sangat penting agar lulusan SMKN 2 Prabumulih mampu bersaing di dunia kerja dan industri.

Advetorial