Halosumsel.com-

Penyelidikan petugas reskrim Polsek Ilir Barat I selama sepekan dalam mengungkap kasus perampokan di minimarket Indomaret Alamsyah Ratu Prawira Negara Kelurahan Bukit Baru pada Sabtu (21/1) pukul 22.10 WIB berbuah manis. Dua dari lima pelaku, Muhammad Tohir (30) dan Kikie Setiawan Martinus alias Nawan (29), berhasil diringkus usai melakukan hal yang sama di Jalan Puncak Sekuning No 002 RT 03 RW 04 Kelurahan 26 Ilir D-I Kecamatan Ilir Barat I Palembang pada Jumat (27/1) pukul 13.30 WIB.

Penangkapan kedua tersangka berawal saat korban yang tidak lain pemilik toko bangunan memergokinya masuk ke dalam rumah. Walau sempat terjadi perkelahian, korban mengalah setelah menderita luka gores dibagian lengan dan memar ditubuhnya

“Saya waktu itu mendapat telpon dari anak saya, katanya pelaku dua orang ada di lantai dua. Lalu saya cek, ternyata benar, pelaku Tohir hendak turun ke bawah. Karena kepergok, dia mengibaskan pedang hias ke arah saya. Sempat terjadi perlawanan, saya melemparnya dengan minuman kaleng. Setelah itu, mereka kabur dari pintu belakang. Karena saya berhasil meraih Tohir, akhirnya rekannya itu kembali menemui saya dan memukul serta menendang tubuh saya. Kemudian mereka lari dan saya teriakan maling,” jelas korban saat membuat laporan resmi ke Polsek Ilir Barat I Palembang.

Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono SIk SH MH didampingi Kasat Reskrim, Kompol Maruly Pardede SIk SH MH dan Kapolsek Ilir Barat I, Kompol Handoko Sanjaya SIk membenarkan penangkapan tersangka dengan barang bukti berupa tas selempang warna coklat, obeng min warna biru, sajam jenis pisau, kunci L dan kunci pembuka ban, tiga jam tangan merek montblank, fortune dan plastik, satu unit kamera Sonny, kalung kesehatan warna coklat, satu pedang hias kepala kuda, tali plastik, tas belanja warna pink dan ungu, dua plastik hitam, dua kunci mobil, jaket, plat mobil dan satu unit mobil jenis freed warna putih nopol B 2229 ST dan BG 172 PB.

“Penangkapan mereka berawal dari laporan korban. Setelah dilakukan pengembangan ternyata pelaku dan kelima temannya ini, merupakan pelaku perampokan Indomaret seminggu yang lalu juga. Dalam aksinya Sabtu (21/1) pukul 21.30 WIB, mereka ini mendorong korban dan menyekapnya di dalam kantor PT Indomarco Prismatama, Jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara Indomaret Alamsyah II Kelurahan Bukit Baru. Dengan sepucuk senjata api, mereka mengancam korban dan mengambil barang-barang berharga disana,” ungkap Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono SIk SH MH kepada awak media, Senin (30/1) siang.

Dikatakan orang nomor satu di Polresta itu, pihaknya masih terus memburu ketiga rekannya, yang sudah dikantongi identitas masing-masing.

“Dari hasil pengakuannya, sedikitnya sudah lima kali mereka menjalankan aksi kejahatan seperti ini. Namun, baru dua laporan yang kami terima. Kini kami masih kembangkan kasus ini, menginggat mereka ini merupakan residivis kasus yang sama dan ahli dalam aksi perampokan ini. Doakan saja agar pelaku yang lain dapat ditangkap anggota kita,” tandasnya.

Saat diwawancarai tersangka Tohir mengaku sudah lima kali melakukan perampokan di kota Palembang.

“Kami berbagi tugas pak. Saya dan Kikie kebagian mengumpulkan barang-barang, sedangkan Feby (DPO) yang mengancam korban dengan senpi, sementara Ujang (DPO) dan Tara (DPO) mengikat korban. Sukses, kami mendapat upah sebesar Rp 1 juta, tapi kadang mendapat Rp 800 ribu,” jelas Tohir tertunduk.

Senada diungkapkan tersangka Kikie Setiawan Martinus alias Nawan, hanya saja dirinya mengaku mendapat bagian Rp 1,5 juta dan mobil yang digunakan merampok adalah milik Feby.

“Saya tidak tahu apa mobil ini milik rental, milik temannya atau milik dia pak. Namun yang pasti, kami selalu menggunakan mobil ini jika beraksi,” jelas tersangka Kikie.

Ditambahkan warga Jalan Manunggal Lorong Beringin I RT 30 RW 36 No 70 Kelurahan Demang Lebar Daun ini, sebelum merampok Indomaret, mereka janjian bertemu di KFC Demang Lebar Daun.

“Sebelumnya kami janjian bertemu di KFC Demang. Feby merencanakan perampokan ini dengan matang. Feby menodongkan korban dengan senpi, lalu mengikat tangan dan kaki korban menggunakan plaster hitam. Setelah itu, kami tutup kepalanya dengan tas belanja,” bebernya. (agustin selfy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *