Halosumsel.com-

Empat bulan bebas melenggang, akhirnya keberadaan Amir (32) warga Jalan Bulu Tangkis KM 11 Kecamatan Sukarami dan Limin Alias Cek (39) warga Jalan Kebun Bunga RT 29 Kelurahan Kebun Bunga Kecamatan Sukarame, berhasil terdeteksi petugas Reskrim Unit Pidana Umum Polresta Palembang.

Kedua tersangka yang dihadiahkan empat butir timah panas dikedua kakinya masing-masing ini, diringkus karena terlibat aksi perampokan menggunakan senjata api, hingga membuat korban Ungayen dan Hendra mengalami luka tembak ditubuhnya, ketika berada di depan tokonya, Toko Manisan Ali Marwan, Jalan Abi Kusno Cokrosuyoso Kelurahan Kemang Agung Kecamatan Kertapati pada Senin (26/10) tahun 2015 silam tepatnya pukul 13.30 WIB.

Tidak hanya kedua tersangka digelandang ke Mapolresta, petugas juga turut menyita satu unit sepeda motor Honda Beat warna Merah Putih, senjata api yang baru dirakit, beberapa helai pakaian yang digunakan saat beraksi.

Kepada petugas, tersangka Amir mengaku ketika beraksi dirinya terpaksa menembak korban karena takut dihakimi massa.

“Senpi yang saya gunakan milik Dian pak, saya nembak korban karena massa sudah ramai. Memang sebelum beraksi kami berkumpul di rumah Mulyadi dulu. Setelah beraksi, saya, Jaya, Dian dan Cek tidak pernah bertemu lagi,” bebernya.

Ditambahkan tersangka Cek, dirinya harus nyebur saat penangkapan karena takut ditangkap.

“Saya sudah dua kali sembunyi, terakhir di kawasan Banyuasin ‘ngola’ kayu. Tidak lama pulang, polisi mengepung rumah. Saya memilih jebur, karena takut ditangkap polisi, apalagi ditembak,” tandasnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede SIk didampingi Kanit Pidum Polresta, AKP Robert Perdamaian Sihombing SH membenarkan penangkapan terhadap tersangka, berikut barang bukti yang digunakan saat kejadian.

“Dua tersangka ini terkahir yang kami tangkap, namun kami tidak terpaku disini saja, kami tetap akan kembangkan siapa saja yang terlibat di dalam perkara ini akan kami tangkap,” urainya.

Mengenai pelaku yang masih berkeliaran, Maruly menjabarkan tidak ada yang lain.

“Dalam aksi perampokan ini hanya empat orang, satu tersangka atasnama Jaya sudah meninggal dunia, Dian sudah tertangkap dan terakhir dua tersangka ini. Karena mereka mencoba kabur dan kami anggap cukup membahayakan karena ditangan mereka membawa senpi, terpaksa kami lumpuhkan,” tandasnya. (selfy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *