Halosumsel-

“Kami memang sengaja memanggil keduanya untuk menggali informasi yang sebenarnya berkaitan dengan kegiatan Agama di Desa itu yang dianggap masyarakat Semuntul menyimpang dari ajaran Islam,”ujar Salni Fajar Kasubag TU Kemenag Banyuasin, kepada wartawan, Jum’at (7/4)

Untuk membuktikan ajaran sesat atau tidak, maka pihaknya akan menurukan tim investigasi guna mencari kebenaran dari dugaan aliran sesat ini.

“Informasi ini tetap ditindaklanjuti oleh Kepala KUA Rantau Bayur supaya datang kesana, tapi jika faktanya benar, Kemenag Banyuasin bakal bentuk tim melibatkan MUI, FKUB, Kesbang Pol dan Polres Banyuasin,”tegasnya.

Soalnya ujar dia, dari penjelasan mereka tersebut, dirinya tidak langsung menyimpulkan jika kegiatan keagamaan yang dilakukan mereka adalah sesat.

“Saya akan  pelajari kalau mereka bermaksud ingin menerapkan ajaran nabi Muhammad seseuai isi kandungan Al-quran saja tapi tidak melaksanakan sunnah (Hadist) itu artinya kurang sempuranah karena kita ini selaku umat muslim hanya berpegang pada Al – Qur’an dan Hadist (Sunnah)  ,”jelasnya.

Ditambahkan Kasi Bimbingan Masyarakat (Binmas)  Kemenag Banyuasin Hamdan mengatakan bahwa persoalan ini sebelumnya sudah dilakukan penanganan oleh Kemenag Banyuasin, yang mana saat itu yang  bertanggungjawab oleh Arbani selaku pengajar dari yayasan AKUIS.

“Bahkan masalah ini sudah dimasukan dalam Berita Acara. Jadi kami simpulkan saat itu tidak ada masalah. Kemungkinan ini penerus dari yang diajarkan oleh Arbani kepada pengikutnya sekarang.” Jelasnya.
Terpisah, P3N Desa Semuntul Mat Nur menyebutkan ada beberapa hal prilaku mereka yang janggal dianggap masyarakat melenceng salah satunya  tata cara mereka menikahkan anak dibawah umur pada jam 1 malam kepada jemaah yang rajin ibadah. Kemudian, melarang baca surat yasin ditempat orang yang meninggal dunia.

“Ajaran mereka ini yang membuat kami khawatir dikarenakan tidak sesuai dengan faham kami. Maka sampai saat ini jemaah mereka sudah mencapai 50 orang. Bahkan membuat warga resah karena banyak pengikut mereka dari Palembang dan sudah bermukim di Desa itu,” tuturnya. (Topik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *