Banyuasin-
Bencana gempa bumi dan gelombang Tsunami yang melanda 4 Kota dan Kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah pada Jumat, 26 September 2018 membuat seluruh rakyat Indonesia berduka.
Data sementara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sekitar seribuh warga menjadi korban gempa dan tsunami di Sulteng.
Kota Palu dan Kabupaten Donggala menjadi daerah dengan jumlah korban terbanyak.
Selain korban jiwa, puluhan hingga ratusan gedung, rumah warga, hotel dan pusat perbelanjaan hingga tempat ibadah mengalami rusak berat.
Tsunami yang Membawa Bencana Mahadahsyat menimbulkan Rasa duka dan belasungkawa juga datang dari masyarakat Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Salah satunya dari personil Kepolisian Resort (Polres) Banyuasin.
Bentuk duka dan simpati jajaran Polres Banyuasin mereka tunjukkan dengan mengirim doa dan menggelar sholat ghaib berjamaah. Pelaksanaan sholat ghaib dan doa bersama digelar di Mushola Nurul Iman Mapolres Banyuasin. Selasa (02/10) jam 08. 00 WIB.
Sholat ghaib diikuti oleh ratusan personil Polres Banyuasin. Setelah pelaksanaan sholat ghaib, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama bagi korban gempa serta Tsunami
“Kita sangat berduka dengan apa yang menimpa saudara-saudara sebangsa dan setanah air kita di Sulawesi Tengah. Sebagai bentuk dukacita, kami menggelar sholat ghaib berjamaah dan doa bersama,” kata Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi SM. Pinem, S.IK melalui Kasubag Humas AKP Ery Yusdi saat ditemui di ruang kerjanya.
Adapun kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud rasa duka cita terhadap korban gempa bumi dan Tsunami di Palu dan Donggala Propinsi Sulawesi Tenggara dan mendoakan kepada semua korban gempa bumi dan Tsunami agar diberikan ketabahan dan kesabaran.
“Serta terhadap korban jiwa yang wafat semoga di diterima segala amal ibadahnya diampuni segala dosanya dan sebagai korban yang meninggal dalam keadaan syahid,” kata dia. (ti)

