Palembang, Halosumsel – Peningkatan kapasitas kader kampung KB sebagai upaya menuju keluarga bebas stunting, diselenggarakan BKKBN di hotel Aston, dibuka langsung deputi bidang pengendalian penduduk badan kependudukan KB Nasional, Dr Bonivasius Prasetya Ichtiarto. S.Si. M.Eng, serta assisten II bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Pemprov Sumsel, Rabu (5/7).

Dalam acara menuju kampung bebas stunting tersebut juga dibagikan penyerahan hadiah serta penghargaan kampung terbaik. Dimana Kelurahan Ulak Surung kota Lubuklinggau. Kedua Kampung KB desa Muara Megang kabupaten Musi Rawas. Ketiga Kampung KB desa Kurungan Nyawa II OKUT. Keempat kampung KB desa Gunung Tiga kabupaten OKUS dan kelima kampung KB desa Batutaja Baru kabupaten Empat Lawang.

Deputi bidang pengendalian penduduk badan kependudukan dan KB Nasional, dr Bonivasius Prasetya Ichtiarto. S.Si. M.Eng., menyampaikan jika BKKBN sebagai leader pencegahan stunting. “Kita lihat dari tahun 2021, persentase angka stunting 25- 26 persen. Dan pada tahun 2022 kemarin, turun menjadi 21,6 persen. “Penurunan kecil tetapi waktu itu kita dalam kondisi pandemi covid,” kata dia.

Bonivasius juga menyampaikan target presiden ditahun 2024, turin menjadi 14 persen. “Artinya kota akan pekerjaan 7 persen. Dan ini tantangan berat dan ringan.
Kalau kita lihat ada yang pesimis dan optimis. Dan kita ambil yang optimisnya dulu. Diharapkan stunting ancaman bangsa Indonesia menuju 2024 nanti,” kata dia.

Sukur-sukur kata Bonivasius, di Sumsel turun dibawah 14 persen. “Kita juga ada mitra Nestle yakin mampu turunkan angka stunting di bawah 14.persen. Nestle kerjasama dengan BKKBN. Dengan program yang namanya Dashyat. Sasaran untuk anak-anak, kita yakin bisa turunkan angka stunting dibawah 14 persen,” paparnya. Dijelaskannya, angka stunting oni sendiri tercipta bukan hanya karena keluarga tidak mampu.

Tetapi, sambungnya, kebanyakan yang tidak tahu. “Selama ini kadang kita sibuk kerja dan pola asuh bagi anak-anak agar kenyang saja. Misalkan baru 6 bulan diberikan makanan schacetan. Dan ini berpengaruh pada pola kembang anak-anak,” ungkapnya. Karena itu dalam pengembangan penurunan angka stunting kedepan, bisa menggunakan makanan khas yang memiliki gizi tinggi didaerah sendiri. Tidak harus meniru daerah lain. Jadi buat dapur stunting. Sasaran utama adalah balita. Dalam penurunan angka stunting, semuanya harus terlibat.

Sekda Provinsi Sumsel diwakili assiten II,
Darma Budi, dalam sambutan atas nama pemprov Sumsel selamat datang pada bapak deputi dan Nestle. “Kami sampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan setinggi tingginya. Dimana provinsi Sumsel dijadikan tempat kegiatan. Sebagaimana tema Harganas yaitu, menuju masyarakat bebas stunting untuk Indonesia maju. Pemprov dukung SDM baik laki-laki dan perempuan, sehat, profeaional dan junjung tinggi nilai keimanan dan integritas.

“Harapan melalui seminar dapat tingkatkan komitmen, koordinasi dan dukungan. Sehingga dapat mikiki generasi berkualitas.. kita juga bertujuan untuk tingkatkan gizi masyarakat melalui optimalisasi pangan lokal. Pemprov minta dukung bangga kencana. Agar lebih aktif kelola ditempat pembinaan, dengan harapan Bangga Kencana dan program penurunan stunting,” kata dia.

Leli Yovina, Regional Sales Manager South Sumatera Region PT Nestle Indonesia, menjelaskan dalam acara ini diharapkan penurunan angka stunting dengan memberikan pemahaman tentang gizi seimbang. Juga disampaikan dalam rangka penurunan angka stunting ini sendiri diperlukan peran para kader. Dimana kader adalah garda terdepan.

“Peran kader dapat menurunkan angka stunting. Nestle berharap para kader dapat bekerja maksimal dalam rangka penurunan angka atunting,” kata dia. Karena itu, Nestle lanjutnya sangat mendukung program pemerintah dalam rangka ikut mencegah dan menurunkan angka stunting di Indonesia. Sf