Menurutnya melalui pelatihan ini nantinya para kader PKK dapat menambah penghasilan keluarga. “Dengan ketrampilan memberi warna alami, ibu-ibu dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh ini untuk pemasukan keluarga. Bahan-bahan pewarnaan alami dengan motif tumbuh-tumbuhan ini dapat dengan mudah di dapat. Diharapkan nantinya dapat memberdayakan perekonomian bagi keluarga dan masyarakat”, jelas mantan Ketua TP PKK Oku Timur dua periode itu.
Sementara pemateri pelatihan pewarna alami eco print, Anggi dari Galeri Wong Kito mengungkapkan dirinya merasa bangga dapat berbagi ilmu kepada para kader PKK se-Sumsel. “Alhamdulillah dapat berbagi ilmu dengan para ibu. Pelatihan pewarna alami eco print yang kami berikan ini levelnya sudah level menengah, yaitu pewarnaan alami dengan teknik steam. Memanfaatkan beraneka tanaman yang ada di lingkungan sekitar tempat tinggal”, katanya.
Pelatihan pewarna alami eco print yang dipraktekkan para kader PKK yang dibagi dalam kelompok-kelompok kecil dimulai dari proses pemberian warna, kemudian menata motif daun di atas kain, melipat kain, dan mengukus kain yang telah bermotif selama 2 jam. Para kader PKK juga memperoleh materi teknik membuat komposisi warna pada kain.
Setelah menerima materi pelatihan pewarna alami eco print, selanjutnya para kader PKK mengikuti pelatihan memperbanyak tanaman keras dengan cara vegetatif yang disampaikan oleh salah seorang dosen Unsri.

