Halosumsel.com-
Festival Gerhana Matahari Total (GMT) yang akan digelar di Palembang ternyata cukup banyak diminati para turis mancanegara. Dua hari jelang festival saja, ratusan turis asing sudah memadati hotel dan mengunjungi berbagai wisata Palembang. Namun sayang,diantara turis asing tersebut, tidak ada kehadiran satu orang pun tamu negara atau tokoh dunia di Palembang.
Diungkapkan Irene Camelyn Sinaga, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Sumatera Selatan (Sumsel), untuk saat ini pihaknya belum bisa merincikan total turis yang datang, karena mereka tidak hanya mendarat di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang saja.
“Ada yang langsung ke Palembang, tapi ada juga yang memilih transit di Medan dulu baru kesini. Penerbangan langsung cuma ada Palembang-Malaysia dan Palembang-Singapore. Kita juga tidak mengundang tamu negara atau tokoh penting dunia, karena kita tidak punya dana. Mengurus ini saja susah, jadi kita fokus di acara saja. Dananya juga dapat dari subsidi bank daerah dan Kementrian Pariwisata,” ujarnya Selasa(8/3)
Pihaknya menargetkan, ada 4.000 orang wisatawan, baik lokal maupun mancanegara yang datang ke Palembang. Beberapa titik lokasi yang disiapkan juga sudah banyak dipesan, seperti kursi di stan Jembatan Ampera, kawasan Jakabaring, Kapal Pesiar di Sungai Musi dan beberapa hotel ternama.
Untuk jumlah kamar sendiri, tersedia 3.600 kamar hotel berbintang dan 600 kamar hotel melati. Sejauh ini, pemesanan kamar hotel berbintang sudah hampir mencapai 100 persen sebelum dan sesudah festival GMT Palembang.
“Kita juga akan membagikan sebanyak 800 kacamata GMT secara gratis, terutama untuk wisatawan di Jembatan Ampera. Kacamata ini merupakan support dari Kemenpar,” lanjutnya.
Kaca Riben GMT
Jelang fenomena alam GMT yang akan terjadi pada Rabu pagi di Palembang, penjualan kacamata khusus GMT laris manis. Bahkan saat ini sulit untuk mendapatkan kacamata tersebut di toko-toko yang menyediakannya.
Namun, para penjual kacamata eceran memanfaatkan momen langka ini dengan menjual kaca alternativ untuk melihat GMT secara langsung. Di Plasa Benteng Kuto Besak (BKB), belasan pedagang kacamata menjajakan kaca riben hitam yang diklaim bisa aman saat melihat GMT.
“Ini jenisnya Aulektro 10 FW 2 Din Germany. Sejenis kaca riben dan bisa juga digunakan untuk melihat GMT besok. Harganya Rp 10.000, sampai sore hari sudah terjual lebih dari 300 buah,” kata Rion, penjual kaca riben GMT. (sofuan)

