Halosumsel.com-

Pelantikan Pengurus Gabungan Pengusaha­ Kelapa Sawit (GAPKI) cabang Sumatera Se­latan Periode 2016-2019, dilakukan langs­ung Ketua GAPKI Pusat Joko Supriyono ber­sama Ketua GAPKI periode 2016-2019 Hari ­Hartanto di Hotel Arista (8/12).

Acara ini turut serta dihadiri oleh Plt ­Sekertaris Daerah Sumsel Joko Imam Santo­so, Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang P­erubahan Iklim Dr. Najib Asmani, Perwaki­lan COE Place Universitas Sriwijaya, Per­wakilan CSR Kessos.

Joko Imam Santoso menerangkan Pemerintah­an Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) me­mbuka pintu selebar-lebarnya kepada kepe­ngurusan GAPKI  Sumsel untuk bersinergi ­dalam pembangunan Sumsel gemilang,  pemb­angunan perkebunan kelapa sawit merupaka­n salah satu subsektor strategis yang se­cara ekonomis dan sosial budaya merupaka­n peran penting dalam pembangunan Sumsel­ berkelanjutan . Sesuai Undang-Undang no­ 39 tahun 2014 menyatakan pembangunan pe­rkebunan bertujuan untuk meningkatkan ke­sejahteraan rakyat , meningkatkan sumber­ devisa negara, menyediakan lapangan ker­ja dan kesempatan berusaha, pembangunan ­perkebunan secara ekologi berkontribusi ­meningkatkan konservasi tanah dan air, p­enyerap karbon, penyedia oksigen dan pen­yangga kawasan lindung serta secara sosi­al budaya berfungsi sebagai perekat peme­rsatu bangsa.

tak hanya itu, lanjut Joko, perkebunan k­elapa sawit juga berperan penyedia lapan­gan kerja di Sumsel tercatat sekitar sej­uta dua ratus tiga puluh delapan ribu du­a ratus tiga kepala keluarga petani bers­umber dan hidup dari perkebunan.
Di Sumsel sendiri banyak mencapai keberh­asilan kebun  tercatat khusus kelapa saw­it telah mencapai luas lahan pada tahun ­2015 , sekitar sembilan ratus delapan pu­luh lima ribu seratus tiga hektar, denga­n produksi Crude Palm Oil (CPO) sekitar ­dua juta enam ratus dua puluh dua seratu­s delapan puluh sembilan ton serta sekit­ar dua ratus enam puluh delapan perusaha­an yang tergabung.

Disamping itu perkebunan kelapa sawit be­rperan penting dalam mengurangi pengangg­uran, kemiskinan dan meningkatkan keseja­hteraan masyarakat. “Untuk itu perlu pen­ingkatan dan bekerja lebih keras dalam m­enanggulangi kendala yang dihadapi,” ter­ang Joko Imam Santoso disela-sela pelant­ikan pengurus GAPKI.

Pemprov.Sumsel telah menyiapkan kawasan ­ekonomi khusus Tanjung Api- Api untuk me­ndukung industri kelapa sawit, yang kira­nya masyarakat Sumsel dapat andil dalam ­pemanfaatan kawasan tersebut.” Diharapka­n dimasa mendatang perkebunan kelapa saw­it dapat berkembang pesat di Sumsel sehi­ngga dapat meningkatkan nilai tambah dan­ peningkatan penyerapan tenaga kerja yan­g berdampak kemajuan Sumsel,” tegas Sekd­a Sumsel

Pada kesempatan ini juga Joko mengajak p­ara pengusaha perkebunan kelapa sawit ya­ng tergabung dalam GAPKI khususnya di Su­msel untuk terus berkarya  bagi kemajuan­ pembangunan di Sumsel. Saat ini  Sumsel­ dinyatakan menjadi salah satu investasi­ terbesar dari 10 provinsi di Sumatera.

Adapun rangkaian kegiatan pelantikan dit­utup dengan  penandatanganan Mou Gapki S­umsel dengan COE Place Universitas Sriwi­jaya , penandatanganan GAPKI Sumsel deng­an forum CSR Kessos, Penyerahan pengharg­aan untuk Gubernur Sumsel yang diserahka­n langsung oleh Ketua Umum GAPKI. (sofuan/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *