Palembang, Halosumsel – Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) saat ini tengah menjalani proses rehabilitasi yang lebih menonjolkan keindahan bangunan rumah limas, sebuah ciri khas kearifan lokal yang telah lama dijunjung tinggi oleh masyarakat Sumsel.
Menurut Ketua DPRD Sumsel, Hj RA Anita Noeringhati, gedung ini awalnya dibangun pada tahun 1965. Namun, dengan kepemimpinannya, Anita berkomitmen untuk memberikan sentuhan baru yang menggambarkan dedikasi terhadap rumah rakyat Sumsel.
“Ketika saya menjadi Ketua DPRD Sumsel, saya ingin mengubah tampilan gedung ini menjadi perwakilan rumah rakyat Sumatera Selatan. Kami memiliki perda tentang ornament budaya, maka seluruh ruangan kami tonjolkan budaya-budaya Sumatera Selatan,” ujar Anita, seorang politisi dari Partai Golkar.
Dalam upayanya, Anita, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, berharap agar gedung ini mencerminkan kemiripan dengan rumah limas, meskipun tidak identik.
“Inilah rumah Sumatera Selatan. Saya berharap Sumatera Selatan dapat merasa bangga memiliki gedung DPRD Sumsel yang representatif. Kami akan memperbaiki ruangan komisi dan fraksi, sehingga saya dapat meninggalkan DPRD Sumsel pada tahun 2024 ini sebagai legasi,” tambahnya.
Mengenai anggaran rehabilitasi, Ketua Harian DPD Partai Golkar ini menyebutkan bahwa dana berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2023. Meski tidak merinci jumlahnya, Anita memastikan bahwa perubahan ini lebih pada tampilan daripada rehab total.
“Warna, bentuk, semuanya sesuai dengan yang saya minta. Gedung ini memang akan direhabilitasi, namun kita hanya butuh perubahan tampilan,” ungkap Anita tanpa menyebutkan rincian biaya rehab gedung DPRD Sumsel. Sofuan/advetorial

