PALEMBANG, HALOSUMSEL -Lembaga Kebudayaan Kebangkitan Bangsa (LKKB) Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar kelompok diskusi terpimpin dengan tema “Semangat Kepahlawanan Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II dan Benteng Kuto Besak “yang adakan oleh Lembaga Kebudayaan Kebangkitan Bangsa (LKKB) di Cape Rajo Tentro tak jauh dari Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang , Minggu (7/11/2021).
Nara sumber adalah Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn , Sejarawan Sumsel Dr Dedi Irwanto, Ketua DPW PKB Sumsel Ramlan Holdan.
Juga hadir anggota DPRD Palembang Sutami Sag (Fraksi PKB) dan M. Hibani, S.Mn (Fraksi PKS), Ketua Lembaga Kebudayaan Kebangkitan Bangsa (LKKB) Sumsel, Vebri Al Lintani, budayawan Palembang Mang Amin, para undangan baik dari kalangan mahasiswa dan masyarakat Palembang.
Ketua DPW PKB Sumsel Ramlan Holdan mengatakan pihaknya melihat belum ada keseriusan dari Pemkot Palembang untuk menyatakan BKB sebagai cagar budaya, oleh karena itu pihaknya meminta Pemkot Palembang serius dalam menangani masalah ini.
“ ini tugas kita bersama sebagai partai politik dan tugas –tugas kedermawanan untuk kepentingan kota Palembang, saya minta fraksi di DPRD Palembang mendorong kepada pihak Pemkot Palembang BKB untuk menjadi cagar budaya, “katanya.
Ramlan Holdan juga mengatakan, pihaknya akan mendorong agar BKB di tetapkan sebagai cagar budaya .
“ Kita minta pemerintah kota Palembang harus ada keberanian untuk melakukan terobosan agar Benteng Kuto Besak ini kan masuk cagar budaya, bahkan kita sudah dengar tadi ada beberapa kendala bahwa tim dari Pemkot sendiri mengatakan mereka tidak punya data, padahal BKB sudah lama , masuk Pemkot tidak punya data, apakah tim mereka ini ahli atau tidak untuk mengusulkan BKB sebagai cagar budaya , masak mereka tidak punya data, padahal data sudah banyak,,” katanya.
Pihaknya juga meminta pihak Pemprov Sumsel melakukan intervensi guna melakukan percepatan BKB menjadi cagar budaya .
“ Karena di BKB masih ada sejumlah permasalahan yang ditinggalkan , karena benteng ini masih di kuasai TNI, untuk mengambil BKB kita harus pelajari dari sisi hukumnya dimana dari sisi sosiologinya dimana agar ini bisa di nikmati , silahkan bagi kita masyarakat Sumatera Selatan mau itu Pemkot mau itu Panglima Abri , mau Menteri Pertahanan yang punya tetapi BKB bisa dimanfaatkan, “ katanya.
Disisi lain Sultan Palembang Darussalam Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM. Fauwaz Diradja, S.H., M.Kn menyampaikan BKB memiliki nilai defense heritage (warisan budaya bernilai pertanahan) yang harusnya dilakukan revitalisasi agar masyarakat mengenal secara luas sejarah BKB.
Apalagi menurut SMB IV juga mengemukakan dibukanya Benteng Kuto Besak itu merupakan keinginan masyarakat Palembang, untuk menikmati cita rasa budaya dan sejarah patriotisme yang pernah terjadi di BKB.
Apalagi menurut SMB juga menegaskan Kesultanan Palembang Darussalam akan terus mendorong agar BKB bisa segera di revitalisasi oleh pemerintah.
Ketua Lembaga Kebudayaan Kebangkitan Bangsa (LKKB) Sumsel, Vebri Al Lintani mengatakan, dari hasil pertemuan ini akan segera dibentuk tim terpadu dari segala unsur masyarakat dan akan menghasilkan naskah akademiknya terkait revitalisasi BKB.
“ Artinya kajian-kajian ilmiahnya tentang Benteng Kuto Besak , kenapa harus dikembalikan ke masyarakat,” katanya. Dino

