Muaraenim, Halosumsel – Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru menegaskan pentingnya menciptakan identitas produk daerah sebagai langkah strategis mendorong UMKM naik kelas. Penegasan itu ia sampaikan ketika membuka Gebyar UMKM dan Job Fair Membara 2025 di Lapangan GOR Pancasila, Kamis (20/11/2025) sore, yang juga menjadi rangkaian HUT Kabupaten Muara Enim.
Dalam sambutannya, Gubernur menyoroti bahwa banyak pelaku UMKM masih terjebak dalam tren sehingga mengabaikan identitas khas daerah. Padahal, menurutnya, identitas adalah kekuatan utama yang membuat produk bertahan dan memiliki nilai jual yang stabil dalam jangka panjang.
“Kita sering terbawa tren, padahal identitas itu penting. Dengan identitas dan kolaborasi, Muaraenim bisa semakin hebat,” ujar Herman Deru. Ia menilai UMKM akan lebih mudah masuk pasar regional maupun nasional apabila memiliki ciri khas yang membedakannya dari daerah lain.
Gubernur juga meluruskan persepsi bahwa persoalan terbesar UMKM adalah modal. Menurutnya, faktor modal justru berada di urutan kedua. Aspek keterampilan dan manajemen usaha merupakan pondasi utama agar UMKM dapat bertahan dan berkembang di tengah kompetisi.
“Kunci utamanya adalah keterampilan. Kedua baru permodalan, dan ketiga akses pasar,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa pemerintah hadir bukan hanya sebagai pemberi bantuan, tetapi juga penjamin dan pembimbing bagi UMKM.
Dalam acara tersebut, Gubernur memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Gebyar UMKM yang dianggap mampu membuka ruang promosi produk lokal secara lebih terstruktur. Sentralisasi UMKM di area GOR dinilai memudahkan konsumen dan meningkatkan daya saing antar produk.
Gubernur juga mendorong pelaku UMKM membangun kolaborasi dengan distributor, pelaku perbankan, serta perusahaan yang hadir dalam job fair. Menurutnya, hubungan lintas sektor menjadi kunci memperkuat rantai pasok dan memperluas pasar UMKM Muaraenim.
Sementara itu, Bupati Muaraenim Edison, S.H. menjelaskan tujuan integrasi Gebyar UMKM dan Job Fair adalah agar masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih besar. Selain ruang untuk berjualan, pemerintah menyediakan akses promosi, pelatihan, hingga peluang kerja besar-besaran.
Job fair kali ini diikuti 30 perusahaan yang menyediakan 4.000–5.000 lowongan pekerjaan. Menurut Bupati Edison, langkah ini sejalan dengan program percepatan ekonomi daerah, termasuk target menyerap 10.000 tenaga kerja di Muara Enim.
Ia juga menyampaikan bahwa Muara Enim siap mendukung program strategis Gubernur Sumsel yaitu “100.000 Sultan Muda”, yang fokus pada pengembangan generasi muda pelaku UMKM. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi wadah melahirkan wirausaha baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Selain itu, kegiatan turut diisi dengan penyerahan SK penerimaan karyawan, penghargaan kepada tiga koperasi terbaik, serta penyerahan bantuan puluhan mesin jahit untuk pelaku UMKM. Bantuan tersebut diharapkan mampu mempercepat pengembangan usaha dan meningkatkan kualitas produksi.
Kegiatan Gebyar UMKM dan Job Fair Membara 2025 berlangsung meriah dan mendapat antusias tinggi dari masyarakat. Kehadiran berbagai pejabat dari Pemprov Sumsel dan Kabupaten Muaraenim semakin menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah.
Rel

