Palembang.Halosumsel-
Jangan bermimpi setiap cabang olahraga (Cabor) bisa meraih juara. Apalagi tidak didukung dengan jumlah dana dan potensi atlet yang cukup.
Tetkait hal tersebut, Gubernur Sumsel H Herman Deru minta KONI Sumsel agar menentukan prioritas pembinaan cabor. Setiap kabupaten/kota harus ada satu cabor unggulan yang menjadi prioritas pembinaan.
“Prioritas itu hanya satu, kalau lebih dari satu bukan lagi prioritas namanya,” ujar gubernur.
Gubernur Herman Deru menegaskan hal tersebut pada pembukaan Raker II KONI Sumsel di ballroom The ALT Hotel Palembang, Selasa (28/12).
Raker yang antara lain bertujuan mengevaluasi program tahun lalu, juga dihadiri Ketua Umum KONI Pusat diwakili Suwarno secara virtual. Peserta lainnya adalah para pengurus Pengprov Cabor, ketua dan sekretaris KONI Kab/Kotan se-Sumsel, serta seluruh pengurus KONI Sumsel.
Lebih lanjut dikatakan gubernur, setiap Pengprov Cabor pasti tahu potensi atletnya. Dari potensi itu, dapat ditentukan arah prioritas pembinaan, atau yang menjadi unggulan.
“Setiap kab/kota harus ada cabor unggulan. Kita tidak mungkin bisa menjuarai semua cabor. Jangan bermimpi terlalu besar,” tegasnya.
Kemudian, gubernur meyinggung prestasi Sumsel di ajang PON XX Papua 2021. Orang nomor satu Sumsel yang juga Ketua Umum Pengprov Perbakin Sumsel merasa bangga atas prestasi Sumsel yang naik peringkat dari 21 menjadi rangking 16 dari 34 provinsi se-Indonesia.
“Dengan dana yang terbatas bisa naik 5 peringkat. Tentu pada PON XXI Aceh-Medan 2024, harus naik lagi dan naiknya tidak boleh kurang dari 5 peringkat lagi,” tegasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum KONI Sumsel Hendri Zainuddin mengatakan, saat ini ada 60 cabor yang terdaftar di KONI Sumsel. Kedepan pihaknya akan fokus pembinaan atlet untuk menghadapi Porwil 2023 di Aceh dan PON XXI Aceh-Medan 2024.
Pada Porwil lalu di Bengkulu, kata Hendri, Sumsel berada di peringkat 9 dari 10 provinsi wilayah Sumatera. “Porwil mendatang target kita masuk 5 besar,” ujarnya.
Sementara tentang penyelenggara Porprov XIII bulan lalu di OKU Raya, menurut mantan senator – DPD RI, telah menghasilkan 587 atlet peraih medali emas, 587 atlet peraih medali perak, dab 778 atlet peraih medali perunggu.
“Para atlet ini akan terus dibina oleh pengurus cabornya masing-masing, untuk menghadapi event yang lebih bergengsi, seperti PON 2024.
Senada dengan gubernur, Hendri juga berharap setiap daerah kab/kota harus punya minimal satu cabor unggulan, khususnya cabor yang ditargetkan bisa meraih medali PON.
“Untuk PON mendatang, kita sudah menetapkan 13 cabor prioritas,” tegasnya tanpa menyebur cabor-cabor dimaksud.(asn)

